10 November 2017

WAYAN ARSANA BICARA TENTANG PERKEMBANGAN PEMBINANAAN USIA MUDA DI BALI

    Keberhasilan tim Bali United U-19 menempati posisi ketiga kompetisi Liga 1 U-19 menjadi prestasi tersendiri untuk pembinaan pemain muda di Bali. Hal tersebut di ungkapkan oleh pelatih kepala Bali United U-19, Wayan Arsana. Menurutnya kehadiran tim Bali United dalam tiga tahun terakhir mampu membuat atmosfir sepakbola Bali kembali bergeliat terutama memasuki tahun ketiga keberadaan tim berjuluk Serdadu Tridatu di Pulau Dewata.
    “Dengan adanya Bali United membuat atmosfer sepak bola di Bali kembali bergeliat terutama di tahun ke tiga ini, karea di tahun pertama dan kedua kita masih dalam proses pembentukan tim dan persiapan,” ungkap Wayan Arsana.
    Lebih lanjut, menurutnya memasuki tahun ketiga perencanaan pembinaan pemain muda Bali United yang baik dimulai dari kelompok umur paling kecil. Selain itu kerja sama Bali United dengan Paris Saint Germain dalam hal pembinaan usia muda diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain muda berbakat yang tentunya akan di persiapkan untuk menjadi pemain masa depan Bali United.
    “Di tahun ketiga ini kami benar-benar melakukan pembinaan usia muda dari usia yang paling kecil dan dalam hal ini kami juga melakukan kerja sama dengan Paris Sant Germain (PSG) langsung dari Paris. Nantinya hasil pembinaan ini merupakan cikal bakal untuk pemain tim senior Bali United,” katanya.
    Pembinaan pemain muda yang sudah dilakukan Bali United sejauh ini perlahan memang mulai terlihat hasilnya. Terbukti sejauh ini dengan pembinaan yang baik, Bali United mampu konsisten bersaing dengan setidaknya mencapai babak empat besar kompetisi nasional. Contohnya seperti pada tahun 2016 lalu tim Bali United U-21 sukses lolos ke final ISC U-21 dan dilanjutkan tahun ini menempati peringkat ketiga Liga 1 U-19.
    Wayan Arsana pun menganggap hal tersebut sebagai prestasi yang bagus untuk sepak bola Bali, terlebih Bali United menggunakan mayoritas pemain muda asli binaan yang merupakan pemain asli Bali.
    “Pembinaan pemain muda sudah kami lakukan di Bali dan berharap semoga diikuti dengan prestasi. Seperti tahun lalu di ISC U-21 kami lolos ke final dan kali ini di U-19 kami juara ketiga. Menurut kami ini menjadi pencapaian luar biasa. Rata-rata pemain ini asli dari pembinaan kami. Ada sekitar 12 anak yang merupakan pemain asli putra daerah Bali dari pembinaan di tim kami saat ini.” tutup Wayan Arsana.
    Pencapaian tim junior Bali United dalam dua tahun belakangan memang cukup konsisten di kompetisi nasional. Hal tersebut tentu tidak lepas dari keseriusan manajemen dalam pengembangan pemain usia muda asli Bali. Tentu harapan kita semua, keseriusan manajemen diikuti dengan prestasi sepak bola di Pulau Dewata.

Related News


Tinggalkan Balasan