11 August 2022

DUEL BIG MATCH, INILAH DERETAN BINTANG YANG PERNAH MEMPERKUAT BALI UNITED & AREMA FC

Kegiatan menjual dan membeli pemain antartim dalam sebuah kompetisi sepak bola sudah jadi hal yang lazim terjadi. Setiap kali bursa transfer dibuka, klub pasti akan memanfaatkan momentum dengan sangat baik untuk mendatangkan amunisi baru yang dirasa sesuai dengan kebutuhan tim.

Begitu pula dengan pemain, mereka juga menjadikan jendela transfer untuk menjadi ajang mencari klub baru untuk dibela. Tentu saja hal tersebut didasarkan oleh beberapa alasan, di antaranya adalah kontrak yang sudah habis, tidak masuk ke dalam skema musim depan, hingga ingin mencari pengalaman serta tantangan baru.

Bursa transfer pemain pun tidak jarang menghadirkan berbagai drama sehingga menarik untuk dinantikan. Tidak jarang, terdapat juga sejumlah rumor kepindahan pemain yang membuat prosesnya menjadi semakin menarik atensi publik pecinta sepak bola.

Hal tersebut bukan hanya terjadi di sepak bola internasional saja, tetapi di kancah dalam negeri pun juga. Setiap kali jendela transfer Liga 1 dibuka, para suporter akan saling terka-menerka akankah klub kebanggan mereka akan menjual atau mendatangkan pemain bintang.

Selain itu, tidak jarang juga bursa transfer ini dimanfaatkan oleh sejumlah pemain untuk menyebrang ke tim rival. Juga, ada yang sebaliknya memutuskan untuk kembali membela klub yang sempat ditinggalkannya.

Situasi seperti itu juga terjadi pada Bali United dan Arema FC. Kedua klub yang memiliki hubungan serta relasi yang sangat baik ini memiliki sejumlah bintang yang pernah menjadi bagian dari pasukan Serdadu Tridatu maupun skuad Singo Edan.

Berikut ini adalah deretan pemain yang pernah berseragam Bali United dan Arema FC:

  1. Kadek Wardana

Siapa yang tidak mengenal sosok kiper legendaris asli Bali Ini? Berbagai klub besar di liga Indonesia pernah dibelanya sepanjang karier profesionalnya, mulai dari PS Gianyar, Persikab, Pelita Bandung Raya, Arema FC, hingga memutuskan pensiun di Bali United pada tahun 2019 lalu.

Empat tahun kiper asal Ubud ini habiskan untuk membela Arema FC sejak tahun 2013. Selama menjadi bagian dari skuad Singo Edan, Kadek Wardana turut membantu mempersembahkan trofi Inter Island Cup 2014/15 dan Piala Menpora 2013.

Setelah merasa puas berkelana membela sederet klub, pada tahun 2017 lalu kiper dengan postur 179 cm itu kembali ke tanah kelahirannya untuk berseragam Bali United. Selama menjadi penggawa Serdadu Tridatu, Kadek Wardana telah mencatat total 21 penampilan di semua ajang dan membukukan 5 laga tanpa kebobolan.

Kini, setelah memutuskan gantung sepatu pada tahun 2019, dengan bekal pengalamannya di bawah mistar gawang, Kadek Wardana mengabdi sebagai asisten pelatih kiper dalam tim Bali United.

  1. I Gede Sukadana

Gelandang bertahan ini dikenal sebagai pemain yang memiliki permainan keras serta militan saat berada di atas lapangan. Hal tersebut wajar terjadi. Sebab, di posisi Sukadana bermain, dituntut kekuatan untuk memutus serangan lawan sebelum mencapai daerah pertahanan tim sendiri.

Melihat kelebihannya tersebut, maka tidak mengherankan jika sejumlah klub di Indonesia pernah merekrutnya sebagai pemain, termasuk juga Bali United dan Arema FC. Sukadana pernah selama empat musim membela Singo Edan (2012-2016) sebelum bermain untuk skuad Serdadu Tridatu pada tahun 2016-2018.

Selama bersama Bali United, pemilik nomor punggung 44 itu telah bermain sebanyak 40 laga, mencetak dua gol, dan satu assist. Saat ini, Gede Sukadana tengah membela Gresik United di Liga 2.

  1. Hasim Kipuw

Hasim Kipuw saat ini menjadi salah satu pemain anyar yang didatangkan oleh Arema FC pada BRI Liga 1 2022/2023. Bek tengah ini direkrut oleh Singo Edan dari tim PSM Makassar pada jendela transfer musim ini.

Kedatangannya Hasim Kipuw ke Arema FC pada musim ini sendiri menjadi yang ketiga kalinya setelah sebelumnya pada tahun 2012 dan 2014 silam. Pemain asal Tulehu ini juga pernah tergabung ke dalam skuad Bali United pada tahun 2016 lalu.

Kebersamaan pemain asal Tulehu itu dengan Bali United berlangsung selama dua musim sebelum ia memutuskan pindah ke PSM Makassar pada tahun 2018.   

  1. Syaiful Indra Cahya

Bek kanan asli Malang ini memang lebih banyak menjalani kariernya bermain untuk Arema FC. Namun, Syaiful Indra Cahya juga pernah satu musim memperkuat Bali United. Tepatnya pada tahun 2018 silam.

Selama berseragam Bali United, Syaiful Indra Cahya mencatatkan satu penampilan di Piala Indonesia dan sembilan kali turun di Liga 1. Selepas itu, ia memutuskan untuk bermain dengan Semen Padang FC.

  1. Hanis Saghara

Penyerang muda asal Bojonegoro ini sempat menjadi idola selama membela Bali United pada tahun 2017 sampai 2020 silam. Golnya ke gawang Tampines Rovers di ajang Kualifikasi AFC Champions League 2018 pada jelang peluit panjang tentu masih diingat oleh seluruh Semeton.

Namun sayang, pasca operasi dari cedera yang sempat dialaminya, Hanis kurang mendapatkan jam terbang sehingga lebih banyak menjalani peminjaman ke klub lain. Saat ini, pemilik nomor punggung 22 itu telah menjadi bagian dari tim Arema FC setelah resmi direkrut dari Persikabo 1973.

  1. Feby Eka Putra

Feby Eka Putra mengawali karier profesional bersama Bali United pada tahun 2018 lalu. Sebelum ia berangkat membela sejumlah klub besar lain seperti Tira Persikabo, Persija, Arema FC, dan sekarang Dewa United, sayap kiri ini ditempa di tim Bali United Youth pada tahun 2016 silam. Feby Eka adalah jebolan Timnas Indonesia se-angkatan dengan Hanis Saghara. Kelincahan di sektor sayap ini menjadi nilai lebih seorang Feby Eka.

  1. Sandi Darma Sute

Sandi Darma Sute adalah salah satu pemain angkatan pertama Bali United yang hadir di pulau dewata. Bersama tiga pemain edisi pertama yang tersisa yaitu Fadil, Ricky Fajrin dan Yabes Roni serta kembalinya Lerby Eliandry mewarnai perjalanan Bali United di era pertama. Meski tim baru pada saat itu, namun gelandang tengah ini berhasil membawa Bali United diperhitungkan dalam kompetisi resmi tahun 2015 lalu. Sandi Sute hanya berseragam satu musim bersama Serdadu Tridatu sebelum hengkang ke Borneo FC pada tahun 2016.

Pada tahun 2022 lalu pada edisi Liga 1 musim lalu, Sandi juga menjadi bagian dari Arema FC setelah dipinjamkan oleh Persija Jakarta. Pemain 30 tahun ini kini telah bergabung dengan Rans Nusantara FC menyongsong musim 2022/2023.

  1. Kiko Insa

Berposisi sebagai bek tengah, Kiko Insa direkrut oleh Bali United dari Arema FC pada tahun 2016 silam. Di bawah tangan dingin Coach Indra Sjafri, pemain asal Spanyol ini bermain sebanyak 9 pertandingan dan mencetak 2 gol.

Kerja sama antara pemilik nama lengkap Fransisco Javier Insa Bohigues dengan Bali United tidak berlangsung lama. Selepas itu, ia sempat tidak memiliki klub sebelum bergabung dengan Sri Pahang FC pada tahun 2017.

  1. Sylvano Comvalius

Sylvano Comvalius didatangkan oleh Bali United dari tim Stal Kamyanske pada tahun 2017. Harapan besar ditujukan sering kedatangannya berbekal catatan 19 penampilan dan 5 gol yang ditorehkan bersama klub asal Ukraina itu

Ekspektasi tersebut langsung dibalas oleh Comvalius dengan gelontoran 37 gol dalam satu musim Liga 1 2017. Striker asal Belanda tersebut tampil sangat tajam sepanjang musim itu dan bahkan sempat mencetak 5 gol saat melawan Mitra Kukar (27/8/17) untuk membantu Bali United menang telak 6-1.

Penampilan impresifnya selama semusim tersebut mengantarkan dirinya menjadi top skorer sepanjang masa Liga 1. Torehan 37 golnya berhasil melewati 34 gol milik Peri Sandria yang telah bertahan sejak tahun 1995.

Berbagai momen manis tercipta selama pemilik nomor punggung 99 itu membela Bali United. Namun, satu hal yang paling diingat oleh Semeton tentu bagaimana berbahayanya kombinasi Comvalius bersama kompatriotnya asal Belanda yakni Nick van der Velden, Irfan Bachdim, dan Stefano Lilipaly atau yang dikenal sebagai "The Dutch Connection".

Berkat penampilan apik mereka, Bali United sempat menjadi calon kuat peraih gelar juara Liga 1 2017.

Selepas mengukir satu musim yang indah bersama Bali United, pemilik nama lengkap Sylvano Dominique Comvalius itu melanjutkan petualangan ke sejumlah klub di kawasan ASEAN seperti Suphanburi FC dan Kuala Lumpur FC. Kemudian, pada tahun 2019, ia memutuskan kembali ke liga Indonesia.

Arema FC pun menjadi pilihan untuk dibelanya. Namun sayang, penampilannya terbilang kurang memuaskan usai hanya mencetak total 5 gol dari 27 penampilan.

Ternyata, bukan hanya pemain saja yang pernah membela Arema FC, pada jajaran tim pelatih Bali United juga diperkuat oleh eks Singo Edan. Adalah Coach Made Pasek Wijaya yang kini menjadi pelatih tim Bali United Youth U-16.

Pelatih terbaik Elite Pro Academy U-18 2021 itu pernah membesut Arema FC pada tahun 2012-2016 sebagai asisten pelatih.

Sederet perpindahan pemain maupun pelatih tersebut tentu menjadi bumbu yang semakin menambah keseruan pertemuan antara Bali United dan Arema FC pada tanggal 13 Agustus mendatang.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS