10 November 2022

DULU DIPTA KINI KITA! SIMAK KISAH HEROIK KAPTEN I WAYAN DIPTA YANG DIABADIKAN SEBAGAI KANDANG BALI UNITED!

Stadion Kapten I Wayan Dipta telah berdiri kokoh di kawasan Buruan, Gianyar sejak tahun 2003 silam atas gagasan mantan Bupati Gianyar Tjokorda Gede Budi. Rumah dari Bali United ini adalah saksi bisu perkembangan sepak bola di Pulau Dewata.

Sejumlah tim legendaris dari Pulau Bali mulai Persegi Gianyar, Bali Devata hingga kini Bali United menjadikan stadion yang pertama kali diresmikan pada tanggal 19 Februari 2003 itu sebagai kandang.

Berbagai momen bersejarah telah dan akan terus terjadi di sini seiring dengan hamparan rumput hijau yang membentang di atasnya. Tangis serta tawa mewarnai setiap sudut stadion yang saat ini berkapasitas 18.000 kursi.

Namun, mungkin tak banyak yang tahu sosok Kapten I Wayan Dipta yang namanya tersemat di stadion kebanggaan Semeton ini. Dirinya memang tak setenar tokoh besar lain, tetapi kisahnya terlalu apik untuk dilupakan dalam sejarah.

I Wayan Dipta adalah pahlawan yang berasal dari Banjar Teges Kaja, Gianyar. Dirinya pun turut menjadi salah satu dari 1.371 pahlawan yang berjuang dalam perang revolusi fisik di Bali.

Terjun ke dunia militer, sosok I Wayan Dipta berpangkat sebagai Komandan Pemuda Republik Indonesia (PRI) Kabupaten Gianyar. Sebagai seorang pemimpin, ia dikenal memiliki sifat pemberani.

Walaupun bertubuh kecil, tetapi jangan pernah meragukan kecintaannya pada Tanah Air. Pasalnya, Sang Kapten rela mengorbankan jiwa dan raganya demi bangsa Indonesia.

Tepat di usia yang masih sangat belia, 20 tahun Kapten I Wayan Dipta harus kehilangan nyawanya. Berondongan peluru dari pasukan pemuda buatan Raja Gianyar yang berpihak kepada penjajah saat itu mengantarkan dirinya ke pangkuan Sang Pencipta.

Tanggal 12 April 1946 menjadi saat di mana dirinya meregang nyawa demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia pun tewas tertembak dan kini lokasi dirinya meninggal tersebut didirikan monumen.

Berlokasi di Jaba Pura Dalem Gede Desa Adat Sukawati, Gianyar, Bali, jejak sejarah perjuangan Kapten I Wayan Dipta berdiri kokoh. Berpayung pohon beringin besar, kisah heroiknya terkenang abadi di sana.

Tidak hanya itu, sebuah patung besar juga didirikan megah di ujung barat Bypass Dharma Giri Gianyar pada tanggal 12 April 2022 lalu.

Berkat sikap patriotik dan pengorbanan heroiknya tersebut, namanya harum terabadikan sebagai nama stadion kandang Bali United, Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Pemberian nama tersebut diharapkan membuat para pemain yang berjuang di stadion tersebut memiliki semangat juang yang sama dengan Kapten I Wayan Dipta.

Arena megah yang kini telah cantik dan indah tersebut menjadi salah satu warisan sejarah sekaligus pengingat akan pengorbanan Kapten I Wayan Dipta.

Stadion Kapten I Wayan Dipta pun selalu menjadi saksi sejarah perjuangan Bali United di kompetisi sepak bola nasional maupun internasional. Kenangan manis sekaligus membanggakan juga terjadi di stadion ini.

Prosesi pengangkatan dua trofi juara Liga 1 2019 dan 2021 juga terjadi di atas lapangan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Jiwa dan raga Kapten I Wayan Dipta memang sudah tiada. Tugasnya pun telah usai di dunia.

Kini saatnya giliran kami yang melanjutkan semangatnya lewat sepak bola!

Selamat hari pahlawan! Pahlawanku teladanku!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS