12 July 2022

HADIRNYA PIALA INDONESIA 2022 MENJADI BUKTI SEPAK BOLA MULAI KEMBALI NORMAL

Perkembangan baik ditunjukan oleh dunia sepak bola Indonesia. Sebab, setelah sekian lama menanti akibat pandemi Covid-19, akhirnya Liga 1 2021/2022 digelar kembali pada 27 Agustus 2021 dan berhasil rampung 31 Maret 2022 lalu.

Itu menjadi salah satu bukti bahwa perlahan sepak bola negeri ini tengah berkembang. Kini, progres positif kembali ditunjukkan dengan akan segera bergulirnya Liga 1 2022/2023. Jika biasanya kompetisi kasta tertinggi di Indonesia selalu mengulur waktu pelaksanaan, tetapi memasuki musim ini, ada sebuah kemajuan.

Berdasarkan hasil pertemuan antara pihak operator liga, federasi, dan manager masing tim beberapa waktu lalu menetapkan bahwa tanggal 23 Juli disepakati menjadi hari pembuka gelaran Liga 1. Draf jadwal pun juga telah disebar dan hanya tinggal menanti finalisasi saja.

Selain itu, tahun ini pula akan ada penambahan satu agenda kompetisi lagi, yakni Piala Indonesia. Sebagaimana diketahui, ajang tersebut sudah lama vakum sejak terakhir kali dimainkan pada tahun 2019 silam.

Turnamen yang mempertemukan 64 klub dari tiga divisi kompetisi ini direncanakan akan digelar pada bulan Agustus 2022 sampai Maret 2023. Siapapun klub yang menjuarai Piala Indonesia, akan berpeluang mewakili Indonesia di Piala AFC 2023.

Melihat kembalinya Piala Indonesia, pemain Bali United, Haudi Abdillah memberi sambutan positif. Meskipun terkesan menambah padat jadwal pertandingan klub, tetapi Haudi menyatakan bahwa rencana tersebut merupakan sebuah kemajuan.

Bek tengah itu pun merasa bahwa semua tim memiliki peluang yang sama untuk menjuarai turnamen ini, entah itu klub dari Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3 sekalipun. Termasuk pula bagi Bali United.

“Itu (Piala Indonesia) sangat bagus. Dengan bertambahnya kompetisi berarti ada progres yang bagus. Pastinya Piala Indonesia adalah kesempatan bagus bagi kami untuk menambah jam bermain di lapangan,” jelas Haudi.

Bali United sendiri pernah menembus fase perempat final Piala Indonesia 2019. Pada saat itu, Serdadu Tridatu mendapat lawan kuat yakni Persija Jakarta. Memainkan dua leg pertandingan, Fadil dan kolega kalah agregat gol tandang 2-2 dari skuad Macan Kemayoran.

Persija pun berhak melenggang ke babak final untuk menghadapi PSM Makassar. Akhirnya, skuad Juku Eja –julukan PSM Makassar– yang keluar sebagai juara usai menang dengan agregat skor 2-1 atas Macan Kemayoran.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS