25 July 2022

PERTEMUAN EKA ROCK “SID” DENGAN COACH DEDE PADA HARI TERAKHIR “THE NEXT GEN BALI”, UNGKAP FAKTA MENARIK!

Bali sudah sejak lama dikenal luas sebagai pulau surga di dunia. Kekayaan yang ada di Pulau Dewata ini menjadi alasan di balik julukan tersebut.

Bukan hanya karena dianugerahi oleh alamnya yang begitu indah nan memikat seluruh indera manusia, tetapi juga karena kekayaan budaya di dalamnya. Ya, sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Bali memiliki ragam budaya yang begitu memukau.

Mulai dari adat masyarakatnya hingga keseniannya menjadi daya tarik tersendiri yang tidak ada duanya di dunia. Maka tidaklah mengherankan jika masyarakat Bali begitu kental memiliki darah seni, baik di bidang tari, pahat, dan masih banyak lagi. Termasuk juga dengan musik.

Jika berbicara mengenai musik sendiri, tidak hanya musik tradisional tetapi juga yang modern. Banyak musisi maupun band hebat lahir dan besar dari Bali. Salah satunya adalah band Superman is Dead (SID).

SID sendiri telah berkiprah di dunia musik selama lebih dari 27 tahun dan masih konsisten berkarya hingga masa kini. Beranggotakan Bobby Kool (gitar dan vokal), Eka Rock (Bassist), dan Jerinx (Drummer), band ini tidak hanya bersinar di Indonesia saja, tetapi di dunia internasional pula.

Menganut aliran musik punk rock, SID berhasil menjelma menjadi grup band yang tidak hanya sekadar bermusik, tetapi juga berprestasi. Sederet nominasi dan penghargaan pernah disabet oleh Bobby Kool dan kolega.

Meskipun terlihat sangat aktif berkarya di dunia musik, tetapi nyatanya salah satu anggota SID dekat dengan dunia sepak bola. Ternyata, sang bassist, Eka Rock memiliki hubungan saudara dengan salah seorang pelatih Bali United Youth.

Pemilik nama lengkap I Made Eka Arsana tersebut ternyata memiliki hubungan darah dengan pelatih tim Bali United Youth U-18, I Gde Mahatma Dharma yang akrab disapa Coach Dede. Hal tersebut diungkapkan oleh Eka sendiri saat menyambangi fasilitas Training Center Bali United di kawasan Pantai Purnama.

Walaupun berstatus sebagai saudara jauh, tetapi Eka dan Coach Dede terlihat begitu akrab satu sama lain ketika bertemu pada hari ketiga seleksi pemain Bali United Youth “The Next Gen Bali” Jumat (22/7) lalu. Selayaknya saudara saat saling berjumpa, keduanya saling bertukar cerita.

Meski adanya keterbatasan waktu akibat kewajiban Coach Dede untuk memantau kualitas bakat muda yang tengah menjalani seleksi, tetapi keduanya menikmati saat bersama dan terlihat sumringah.

Eka Rock pun turut menyampaikan pandangannya terhadap perkembangan sepak bola di Bali khususnya untuk kelompok usia muda. Walau mengaku tidak terlalu mendalami olahraga kulit bulat ini, tetapi pria berusia 47 tahun itu melihat adanya harapan cerah akibat regenerasi pemain yang terjadi.

Pria asal Jembrana itu turut menambahkan bahwa kehadiran Bali United menjadi salah satu faktor semakin bergeloranya sepak bola di Bali yang sempat menurun pada beberapa waktu belakangan. Apalagi dengan statusnya sebagai kolektor dua gelar juara Liga 1 tepatnya pada tahun 2019 dan 2021.

“Saya sebetulnya tidak begitu mengikuti sepak bola. Namun, melihat regenerasi untuk pemain di Bali apalagi antusias masyarakat Bali dengan sepak bola sejak adanya Bali United itu sangat bagus. Saya rasa sangat mulai meningkat levelnya,” ujar Eka.

Lebih lanjut, Eka yang menghabiskan kariernya di dunia musik bergenre punk rock itu tidak ketinggalan turut memberikan motivasi kepada penggawa Bali United, khususnya yang masih berusia muda. Ia menyebutnya dengan istilah ‘spirit punk rock’ atau yang berarti terus bersemangat melakukan hal yang diri sendiri cinta dengan sepenuh hati.

Dalam hal ini adalah semangat untuk terus mengasah kemampuan diri hingga mampu terbang menggapai mimpi menjadi pemain utama dalam skuad Bali United.

“Kalau bagi saya, dalam melakukan sesuatu, ada semangat yang namanya ‘spirit punk rock’. Maksudnya adalah terus melakukan apa yang benar sampai kamu mendapatkannya. Itulah spirit punk rock. Walaupun penampilan tidak punk, yang terpenting adalah semangatnya, dari dalam diri. Kita melakukan apa yang kita suka. Spirit punk rock bisa untuk siapa saja, yang terpenting adalah tetap melakukan apa pun yang kamu pikir baik, maka lakukanlah,” ujar Eka mantap.

Coach Dede sendiri selain aktif melatih sepak bola, ternyata ia juga menggeluti dunia musik. Bukan sebagai musisi, tetapi sebagai manajer band. Sederet band top asal Bali pernah pelatih terbaik Liga 1 U-16 itu tangani, salah satunya adalah Scared of Bumps.

Kini, karena kesibukannya meracik strategi untuk Bali United Youth, Coach Dede hanya aktif memanajeri band bernama The Djihard saja.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS