15 October 2022

TERNYATA INI PERAN SEORANG PELATIH FISIK BAGI KESUKSESAN SEBUAH TIM PROFESIONAL DI LAPANGAN HIJAU 

Sepak bola adalah olahraga kolektif yang mengedepankan aspek kerja sama. Di balik seluruh hasil yang diperoleh baik menang, imbang, dan kalah, semuanya karena keringat bersama.

Sepak bola juga bukan hanya pertunjukan 11 orang di atas lapangan semata. Namun, ada puluhan bahkan ratusan aktor lain yang juga berperan penting di belakangnya.

Hanya saja, terkadang peran dan eksistensi mereka tidak terlalu banyak disorot atau mendapatkan atensi khalayak luas.

Salah satu elemen penting dalam sepak bola, khususnya klub adalah pelatih fisik. Perannya kerap kali berada di bawah bayang-bayang sang pelatih kepala. Pamornya pun kalah.

Padahal, sejatinya keduanya sama-sama memiliki peran besar dan turut andil dalam seluruh perjalan sebuah tim.

Barangkali, tidak banyak orang yang mengenal sosok Antonio Pintus dan Javier Minano. Padahal mereka memiliki peran krusial di balik prestasi apik klub dan timnas di dunia.

Antonio Pintus adalah sosok di balik bugarnya kondisi fisik skuad Real Madrid hingga mampu menjuarai Liga Champions Eropa sebanyak tiga kali. Dua kali pada era Zinedine Zidane dan sekali pada musim lalu (2021/2022) bersama Ancelotti.

Tidak hanya itu, saat masih menjabat sebagai pelatih fisik Juventus, Pintus sukses membantu Si Nyonya Tua –julukan Juventus– mengangkat trofi Si Kuping Besar –julukan trofi juara Liga Champions Eropa– pada musim 1995/1996 lalu.

Ia pun genap mengoleksi empat trofi juara Liga Champions.

Pintus pun sudah pernah bekerja sama sebagai pelatih fisik dengan pelatih kawakan macam Antonio Conte, Claudio Ranieri, Carlo Ancelotti, Zinedine Zidane, Marcello Lippi, dan Didier Deschamps.

Sementara itu, Javier Minano juga dikenal sebagai pelatih fisik sarat prestasi. Perannya sangat besar ketika membantu Timnas Spanyol meraih gelar dua kali juara Euro (2008 dan 2012) dan Piala Dunia 2010.

Tidak hanya itu, Minano juga turut andil di balik penampilan mengejutkan Timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2018 lalu. Kala itu, skuad asuhan Shin Tae-Yong berhasil menjadi tim kuda hitam dengan mengalahkan tim raksasa, Jerman.

Di kancah sepak bola nasional pun demikian, peran pelatih fisik tidak dapat disepelekan apalagi dipandang sebelah mata. Pasalnya, pelatih fisik cenderung lebih mengerti kondisi pemain ketimbang pelatih kepala.

Maka dari itu, antara pelatih kepala dan pelatih fisik perlu saling bekerja sama dan membutuhkan. Juga dengan jajaran pelatih dan staff lain dalam tim.

Salah satu contoh kerja sama apik antara pelatih kepala dan pelatih fisik adalah antara Stefano Cugurra dan Yogie Nugraha. Di mana, keduanya sudah kerap kali berkolaborasi dalam menukangi klub besar di Indonesia.

Bukti nyata kerja sama apik keduanya adalah koleksi tiga trofi juara liga Indonesia bersama dua tim yang berbeda. Satu gelar bersama Persija Jakarta pada tahun 2018 serta dua trofi dengan Bali United pada tahun 2019 dan 2021/2022.

Tentu saja, di balik catatan mentereng tersebut, ada perjalanan terjal yang harus dilalui. Secara khusus, Coach Yogie menuturkan bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pelatih fisik.

Sebab, ada tanggung jawab besar di baliknya. Mulai dari menyusun program latihan yang tepat selama satu musim dengan pertimbangan pelatih kepala hingga memberikan rekomendasi pemain yang layak masuk ke dalam daftar susunan pemain.

Sebagai pelatih fisik Bali United, Coach Yogie turut andil memberikan saran dan masukan siapakah penggawa Serdadu Tridatu yang siap bertempur setiap pekan. Tentu saja hal ini tidak sembarangan, ada sejumlah indikatornya.

Bukan hanya dari segi fisik saja, tetapi juga berkaca pada pemahaman taktik serta mental bermain masing-masing pemain.

Setelah memberi saran dan rekomendasi berdasarkan data dari serangkaian program latihan sebelumnya, maka keputusan mutlak berada di tangan pelatih kepala dalam hal ini adalah Coach Teco.

"Peran pelatih fisik menurut saya sangat penting. Yang teman-teman harus ketahui bahwa menjadi pelatih fisik itu berat. Jadi, untuk menentukan starter, kami melihat bukan hanya dari aspek fisik saja, tetapi taktik dan mental pemain juga. Saya sebagai pelatih fisik hanya merekomendasikan saja ke pelatih kepala terkait pemain mana yang siap. Namun, sekali lagi, pelatih kepalalah yang menentukan siapa pemain starter," ungkap Coach Yogie.

Berkaca dari performa tim pada 11 laga BRI Liga 1 2022/2023, peran Coach Yogie cukup krusial dalam urusan menjaga fisik Fadil cs. Mantan pelatih fisik Persegres Gresik United ini pun selama dua musim terakhir dibantu oleh Muhammad Rasyid selaku sang asisten di bidang fisik pemain Serdadu Tridatu. 

Pada musim ini hingga pekan sebelas, skuad Bali United mampu menunjukkan tren peningkatan sehingga bisa merengkuh 7 kemenangan dan 4 kekalahan. Sebelumnya, trofi juara bertahan Liga 1 mampu dipertahankan untuk pulau Bali.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS