9 June 2019

ACARA PERSEMBAHYANGAN BERSAMA KELUARGA BESAR BALI UNITED BERJALAN DENGAN LANCAR

Keluarga besar Bali United yang terdiri dari para pemain, tim pelatih, serta jajaran manajemen menggelar acara rutin tahunan yaitu persembahyangan bersama di Pura Ulun Danu, Batur dan Pura Besakih pada hari Minggu (9/6) pagi tadi.

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, acara ini tidak hanya diikuti oleh anggota keluarga Bali United yang beragama Hindu. Namun seluruh anggota keluarga besar Bali United yang beragama non-Hindu juga ikut dengan menggunakan pakaian adat Hindu.

Hanya saja ada beberapa pemain yang tidak bisa ikut serta dalam kegiatan pagi tadi karena berbagai alasan. Beberapa pemain ada yang masih dalam tahap pemulihan cedera dan juga ada yang sedang bergabung dengan Timnas Indonesia. 

Kegaiatan dimulai pukul 09.00 WITA tadi dimana rombongan mulai bergerak dari mess Bali United ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Disana para pemain, tim pelatih, official dan jajaran manajemen Bali United melakukan persembahyangan di pura yang terletak di area Stadion Dipta.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju daerah Kintamani untuk melakukan persembahyangan di Pura Ulun Danu, Batur. Rombongan pun tiba sekitar pukul 12.00 WITA dan langsung melakukan persembahyangan. Beberapa pemain dan tim pelatih yang beragama non-Hindu juga nampak sangat menikmati berada di area Pura Ulun Danu.

Proses persembahyangan selesai, rombongan melanjutkan perjalanan dengan makan siang di restoran yang tidak jauh tempatnya dari Pura Ulun Danu sekitar pukul 13.00 WITA.

Setelah itu rombongan langsung bertolak ke daerah Karangasem untuk melakukan persembahyangan ke Pura Besakih. Berselang kurang lebih satu jam dari daerah Kintamani, rombongan tim akhirnya tiba di Pura Besakih.

Tiba di Besakih, beberapa fans setia Bali United yang tinggal di area pura langsung menyambut rombongan dengan antusias. Para fans tersebut langaung menghampiri para pemain untuk sekedar berfoto bersama dan juga meminta tanda tangan pemain idolanya.

Sampai di area Pura Besakih, para pemain, tim pelatih dan jajaran manajemen yang beragama Hindu langsung menuju Pura Pedarman (kawitan/asal mula) masing-masing untuk melakukan persembahyangan sebelum akhirnya berkumpul di Pura Penataran Agung (Pura Pusat) secara bersama-sama.

Setelah proses persembahyangan berakhir, rombongan tim menyempatkan untuk mengabadikan momen bersama sebelum akhirnya meninggalkan area Pura Besakih untuk kembali ke mess Bali United.

Kegiatan tahunan ini memang selalu rutin dilakukan keluarga besar Bali United untuk memohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat persaudaraan antar pemain, tim pelatih dan jajaran manajemen tim Serdadu Tridatu, walaupun di dalam tim ini terdiri dari berbagai suku dan agama yang berbeda-beda.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS