27 April 2019

BALI UNITED MENJADI KLUB PERTAMA DI ASIA TENGGARA YANG GO PUBLIC

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (“Perseroan”), perusahaan yang memiliki dan mengelola klub sepakbola profesional Liga 1 Indonesia “Bali United”, berencana untuk melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar lembar saham atau 33,33% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham (IPO), dengan kisaran harga penawaran antara Rp120 – Rp180 per saham. Rencana Perseroan tersebut juga menandai pertama kalinya sebuah klub sepak bola Go Public di Asia Tenggara. Perseroan telah menunjuk PT Buana Capital Sekuritas (terafiliasi) dan PT Kresna Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam IPO ini. 
 
Perseroan berencana untuk menggunakan sekitar 19,1% dari hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure), sekitar 20,4% untuk memperkuat struktur permodalan kepada Entitas Anak, dan 60,5% akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan. 
 
Perseroan yang memiliki homebase di Gianyar, Bali, saat ini memegang hak untuk mengelola Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali sampai tahun 2023, yang memiliki kapasitas penonton sekitar 25.000 orang. Untuk mendukung klub “Bali United”, Perseroan juga memiliki beberapa entitas anak, yaitu: PT Bali Boga Sejahtera, yang beroperasi di bidang pengelola café/restoran; PT Kreasi Karya Bangsa, yang beroperasi di bidang agensi olahraga; PT Radio Swara Bukit Bali Indah, yang beroperasi di bidang radio siaran swasta; dan PT IOG Indonesia Sejahtera, yang beroperasi di bidang e-sports, sehingga Perseroan dan entitas anaknya memiliki sumber pendapatan yang beragam, baik dari tiket, hak siar TV, sponsor, penjualan merchandise melalui merchandise store, penjualan makanan dan minuman melalui café, playland, akademi, media, marketing agency dan e-sports.
 
Sehubungan dengan rencana Go Public tersebut, Yabes Tanuri, CEO Bali United berujar “Tidak terasa sudah 4 tahun berlalu, dimana kita bersama-sama merasakan banyaknya peristiwa, dari diberhentikannya liga sampai terjadinya Bali United Cup, kompetisi dan liga. Bersama-sama kita mengawal pertandingan, dan bersama-sama kita juga merasakan jatuh bangunnya Bali United. Kita semua sangat bangga dengan perkembangan Bali United sampai saat ini. Selama ini kami selalu ditanyakan agar lebih transparan sehingga semuanya bisa menjadi lebih dekat. Oleh karena itu kami merencanakan Bali United untuk Go Public. Dengan Go Public, maka semua bisa menjadi pemegang saham Bali United. Kita bisa menjadi sebuah keluarga yang saling memiliki. Kita bangga mengawal, bangga bisa bersama, dan juga bangga bisa memiliki.”
 
Sebagai badan yang mengurus sepakbola di Indonesia, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga menunjukkan dukungannya untuk rencana Perseroan untuk Go Public.
 
Ratu Tisha Destria, Sekretariat Jenderal PSSI mengatakan, “Menuju visi PSSI untuk dapat lolos Olimpiade 2024 dan Piala Dunia 2030, segala lini bidang di sepakbola perlu dikembangkan. Di tahun 2018, PSSI fokus pada youth development dan coaching education; peningkatan jumlah pelatih dan instruktur hingga tiga kali lipat, lebih dari 300 kursus terselenggara di Indonesia dalam waktu 1 tahun, dan program Elite Pro Academy U-16 yang menjadi pijakan penting sektor youth development, dimana Bali United FC juga terpilih sebagai Akademi Terbaik di 2018 dan Most Developing Clubs 2018 dalam Kongres PSSI 2019. Kali ini, giliran peningkatan pada bidang kompetisi dan club management. Kado terindah untuk PSSI di ulang tahun ke-89 dari anggotanya, Bali United FC, yang telah mengantarkan industri sepakbola Indonesia lepas landas menjadi salah satu sektor industri yang diharapkan dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Maju terus Bali United FC, we are proud of you.”

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS