4 July 2022

BUTUH WAKTU LIMA TAHUN MENANTI TRIBUN DIPTA, YUK KENAL LEBIH DEKAT DENGAN LADY DEWATA, EVELYN KOSASIH!

Sepak bola adalah olahraga universal. Semua orang dapat memainkan dan mencintai si kulit bulat ini tanpa memandang latar belakang suku, ras, agama, maupun gender.

Tidak ada yang dapat membatasi ekspresi kecintaan seseorang terhadap sepak bola. Baik laki-laki maupun perempuan, semuanya memiliki hak yang sama untuk memberikan dukungan kepada klub kesayangan masing-masing.

Namun, hingga saat ini masih saja terdapat paradigma yang mengatakan bahwa sepak bola hanyalah milik kaum adam. Sehingga, kehadiran perempuan dalam dunia kulit bulat kerap kali dipandang sebelah mata.

Keberadaan kaum hawa di sisi tribun seolah tenggelam di tengah dominasi para lelaki. Tidak jarang, justru penampilan fisik lebih mencuri atensi kebanyakan orang daripada loyalitas serta dukungan yang coba ditunjukan oleh para perempuan kala menyaksikan pertandingan di stadion.

Ditambah lagi, banyak anggapan populer bahwa motivasi kaum hawa menonton laga sepak bola hanya untuk sekadar melihat pemain berwajah tampan. Namun, hal tersebut tentu tidak berlaku untuk semua suporter perempuan.

Saat ini, sudah banyak perempuan yang mendalami serta loyal pada tim kebanggaannya. Salah satunya adalah Evelyn Kosasih. Ia adalah seorang Lady Dewata –sebutan fans wanita Bali United– yang memiliki cerita menarik selama mendukung Serdadu Tridatu.

Perempuan yang akrab disapa Evelyn ini mengaku sudah mendukung Bali United sejak enam tahun silam. Pandemi Covid-19 membuatnya semakin dalam mencintai Serdadu Tridatu. Ya, keterbatasan mobilitas akibat diberlakukannya kebijakan work from home membuat ia memiliki waktu luang untuk menyaksikan seluruh laga tim kebanggannya di Liga 1 2021/2022.

“Saya jatuh cinta dengan Bali United sejak tahun 2016, tetapi belakangan ini lebih mengikuti lagi, khususnya pada saat Liga 1 musim lalu, setelah liga sempat berhenti cukup lama karena Covid-19. Apalagi, saat itu punya banyak waktu luang karena work from home (WFH), sehingga menonton dan mendukung Bali United berjuang di Liga 1 adalah hiburan,” jelas Evelyn.

Ternyata perempuan berzodiak Libra itu telah cukup lama memiliki minat terhadap dunia kulit bulat. Berangkat dari lingkungan keluarga yang memang menggemari sepak bola, ia pun tumbuh dan akrab dengan olahraga yang satu ini.

“Awalnya itu karena mempunyai ketertarikan sendiri dengan sepak bola dari kecil. Saya juga sering bermain PES (gim Pro Evolution Soccer) bersama sepupu. Saat masih kecil saya juga suka bermain bola, meskipun hanya sekadar untuk bersenang-senang. Namun, itu yang membuat saya benar-benar gembira. Selain itu, ayah dan kakak laki-laki saya juga sering membahas tentang klub bola atau bahkan Piala Dunia, jadi secara tidak langsung lingkungan juga mendukung dan memang mengerti sepak bola,” sambungnya.

Evelyn pun turut membagikan cerita menarik mengenai perjuangannya untuk mendukung Bali United secara langsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Menurutnya, sebagai seorang fans, menyaksikan perjuangan tim kebanggan dari tribun adalah sebuah kewajiban.

Hal tersebutlah yang mendorong Evelyn beserta sang ayah untuk menyaksikan laga Bali United menjamu Persija pada tahun 2017 silam. Namun sayang, keinginan itu harus batal terealisasikan karena keduanya kehabisan tiket. Alhasil, mereka harus puas menonton di lapangan parkir stadion.

“Waktu itu, ada pertandingan Liga 1 antara Bali United melawan Persija di malam hari. Saya dengan ayah pergi ke sana berharap dapat tiket on the spot. Namun, apa daya sudah ludes habis terjual. Sehingga kami hanya bisa menonton di lapangan parkir menggunakan layar tancap. Lucunya kalau suporter di dalam stadion sudah berteriak gol, kami yang berada di tempat parkir sekitar sepuluh detik kemudian baru bersorak gembira akibat keterlambatan pada siaran pertandingan,” jelas Evelyn sambil tertawa.

Menariknya, akibat kejadian tersebut, mahasiswi jurusan desain komunikasi visual ini harus menanti hingga lima tahun untuk dapat kembali ke stadion. Kesibukannya menempuh pendidikan di salah satu universitas di Surabaya membuatnya harus menahan hasratnya itu.

Kini, ketika kondisi pandemi mulai mereda dan suporter diizinkan kembali datang ke stadion, Evelyn tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Tanpa berpikir panjang, ia langsung membeli tiket pertandingan pembuka fase grup AFC Cup 2022 antara Bali United melawan Kedah FC (24/6).

Laga itu pun memberikan pengalaman berkesan untuk perempuan berusia 22 tahun ini. Sebab itu menjadi kali pertama ia menyaksikan perjuangan Serdadu Tridatu secara langsung dari tribun selepas lima tahun menanti.

“Satu kata untuk menggambarkan pengalaman saya ke stadion adalah, merinding. Mulai dari para pemain masuk ke lapangan benar-benar perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Mungkin karena pengaruh sudah sejak lama saya ingin menonton langsung di stadion. Teriakan, nyanyian, dan semangat dari para suporter benar-benar kompak sehingga membuat saya kagum. Selain itu, ternyata makanan di Bali United Cafe enak dan sangat sesuai dengan harganya,” ujar Evelyn penuh semangat.

Evelyn pun tidak ketinggalan untuk mengabadikan momen berharga tersebut lewat swafoto. Menariknya, ia nampak menggunakan kaos hitam sama persis seperti yang digunakannya pada tahun 2017 silam.

Meski laga tersebut diguyur hujan deras, tetapi hal tersebut tidak melunturkan semangatnya mendukung Bali United.

“Dan satu lagi, satu pengalaman yang menyenangkan adalah saat harus rela membuka sepatu dan terkena banjir karena hujan sangat deras. Namun, itu benar-benar pengalaman yang sangat menyenangkan. Maka dari itu, pada tahun 2022 ini sangat senang akhirnya bisa menonton langsung klub favorit dan merasakan kemenangan pertandingan kemarin (melawan Kedah),” imbuhnya.

Selain cinta dengan dunia sepak bola, ternyata perempuan yang berprofesi sebagai konten kreator ini juga gemar melukis. Ia pun kerap memamerkan hasil karyanya di media sosial miliknya.

Evelyn pun turut menunjukkan kecintaan kepada Bali United lewat talentanya tersebut. Sejumlah penggawa Serdadu Tridatu pernah menjadi objek lukisannya, antara lain Brwa Nouri, Spasojevic, dan Nadeo Arga Winata,

“Melukis sudah menjadi bagian dari saya juga sejak kecil. Ketika menyukai sesuatu, saya pasti akan lukis atau gambar hal tersebut. Maka dari itu, banyak pula karya saya yang terinspirasi dari perjuangan dan semangat mereka (pemain Bali United) di atas lapangan,” pungkas Evelyn sumringah.

Semangat serta dedikasi Evelyn Kosasih dapat menjadi contoh bagi suporter lain bahwa segala hambatan dan rintangan bukan menjadi alasan yang dapat melunturkan loyalitas terhadap Bali United.

Sukses selalu Evelyn!

Sumber foto : Dokumen Evelyn Kosasih.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS