5 July 2022

COACH PASEK & COACH TOYO REKAN SEJAWAT PENCARI LISENSI A AFC, TERNYATA INI JENJANG TAHAPAN KURSUSNYA

Perjalanan kursus lisensi kepelatihan A AFC yang dijalankan pelatih kepala Bali United U-18, Made Pasek Wijaya ternyata memiliki cerita baru. Pelatih yang berhasil menghantarkan skuad muda Bali United meraih gelar juara EPA Liga 1 U-18 2021 ini ternyata satu kelas dengan asisten pelatih Bali United senior saat ini, Antonio Claudio.

Asisten pelatih asal Brasil yang disapa Coach Toyo ini menjadi rekan sekelas Pasek Wijaya yang menimba ilmu bersama meraih lisensi kepelatihan A AFC. Meskipun satu kelas, ternyata mereka berdua dipisahkan dengan sistem pembagian 6 grup yang berisikan peserta 4 hingga 5 orang.

“Ya, satu kelas dengan Coach Toyo (Antonio Claudio) hanya beda grup. Kursus Lisensi A AFC ini dibagi dalam 6 grup dimana terdiri dari 4 sampai 5 peserta. Yang pasti kursus ini tentu secara pribadi dan juga Coach Toyo adalah memperbaiki dan melengkapi apa yang kurang dalam latihan. Lisensi A AFC ini memang materi yang diajarkan sudah setara untuk pelatih di Liga 1 maupun Liga 2,” jelas Coach Pasek.

Selain bersama Coach Antonio Claudio, pelatih yang juga mantan pemain peraih medali perunggu SEA Games 1989 ini juga sekelas dengan mantan rekannya saat menjadi asisten pelatih di Arema Cronous, Kuncoro. Lebih lanjut, legenda lapangan hijau asal Persipura, Ricardo Salampessy hingga legenda hidup PSM Makassar, Zulkifli Syukur juga menjadi bagian rekan dari ayah Made Andhika Wijaya ini mencari ilmu kepelatihan yang baru.

Jenjang kursus kepelatihan di Indonesia mengacu pada prosedur Federasi Sepak bola Asia (AFC). Terdapat empat lisensi kepelatihan menurut AFC yaitu Grassroots (Lisensi D Nasional), C AFC, B AFC, A AFC, dan AFC Pro.  

Lisensi kepelatihan tertinggi saat ini tentu AFC Pro. Setiap pelatih yang ingin memiliki lisensi AFC Pro harus terlebih dahulu memiliki lisensi yang lebih rendah yakni lisensi D Nasional hingga A AFC.

PSSI menyelenggarakan kursus kepelatihan lisensi D Nasional melalui Asprov (Asosiasi Sepak Bola Provinsi) atau Askot (Asosiasi Sepak Bola Kota).

Setiap orang atau pelatih yang ingin memperoleh Lisensi D Nasional tersebut harus mendapatkan surat rekomendasi dari SSB yang terdaftar di Asprov atau Askot. Setelah sukses memperoleh lisensi D Nasional, para peserta ini bisa melatih SSB.

Selanjutnya, untuk bisa mengambil lisensi C AFC, peserta harus melengkapi syarat yaitu mantan pemain tim nasional atau lisensi D Nasional masih aktif melatih di SSB minimal 6 bulan.

Jika lisensi C AFC lulus, peserta akan mendapatkan peluang untuk menjadi pelatih kepala Klub Liga 3, pelatih kepala di Elite Pro Academy (EPA), pelatih kepala Liga 1 Putri atau menjadi asisten pelatih klub Liga 2.

Kemudian untuk bisa melanjutkan lisensi B AFC, peserta diwajibkan telah memimpin tim dengan lisensi C AFC minimal 2 tahun. Jika lulus pada lisensi B AFC, peserta berpeluang menjadi pelatih kepala Liga 2, asisten pelatih kepala Liga 1 atau pelatih kepala EPA U-20.

Lalu untuk mendapatkan lisensi A AFC, minimal satu tahun sudah memiliki pengalaman memimpin tim dengan lisensi B AFC. Jika lulus pada tahapan lisensi A AFC, maka berpeluang melatih tim Liga 1, menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia Muda, Timnas Indonesia Wanita, atau pun menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia senior.

Apabila jenjang lisensi kepelatihan di Indonesia ingin ditingkatkan lagi, maka AFC Pro menjadi tingkatan tertinggi kepemilikan lisensi pelatih di Indonesia. Namun menjadi jenjang ini, peserta wajib sudah melatih tim minimal selama lima tahun dengan lisensi A AFC. Setelah lulus AFC Pro, peluang besar datang untuk bisa melatih Timnas Indonesia senior sebagai pelatih kepala atau pelatih kepala di tim yang berkompetisi di Liga Champions Asia dan Piala  AFC.

Coach Pasek dan Coach Toyo adalah para pelatih yang tengah berjuang meningkatkan status lisensi kepelatihannya agar lebih berkualitas dalam memimpin tim untuk prestasi yang baru. Meskipun masih menyisakan dua modul pembelajaran di lisensi, Coach Pasek mengakui tahapan di A AFC ini cukup berat dikarenakan ada ujian di akhir untuk menyatakan lulus atau tidak dalam menerima gelar lisensi A AFC tersebut.

“Tidak mudah mendapatkan lisensi A AFC ini karena ada ujiannya. Jadi memang harus benar-benar perlu belajar apa yang didapatkan di kursus harus bisa diaplikasikan dalam program latihan bersama tim Bali United Youth.

Melihat pengalaman Coach Pasek dalam memimpin Bali United U-18 tidak perlu diragukan lagi kualitas pelatih asal Karangasem ini.  Ia berhasil memberikan gelar juara EPA Liga 1 U-18 musim lalu dan juga melahirkan pemain-pemain muda berbakat dari tangan dinginnya melatih.

Sebut saja Irfan Jauhari yang kini berseragam Persis Solo, Meru Kimura yang telah bergabung dengan Rans Nusantara FC, dan juga para pemain yang promosi ke tim Bali United senior yaiitu Komang Tri, Agus Mahendra, Kadek Dimas, Komang Aryantara hingga Made Tito Wiratama.

 

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS