12 December 2016

DUA GOL SKEMA BOLA MATI BUAT BALI UNITED HARUS AKUI KEUNGGULAN SRIWIJAYA FC

    Bali United akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah Sriwijaya FC Palembang dengan skor 2-1 dalam lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship 2016 di Stadion Gelora Jakabaring Palembang hari Minggu (11/12).
    Di babak pertama, SFC yang di dukung ribuan pendukungnya langsung bermain menyerang dengan terus menekan pertahanan Bali United yang dikawal duet Agus Nova dan Bobby Satria. Pada menit 11 penetrasi Hilton Moriera dihentikan paksa oleh Bobby Satria dan menghasilkan penalti untuk tuan rumah. Beto Goncalves yang maju sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
    Tertinggal satu gol, Bali United ganti melakukan serangan-serangan ke pertahanan SFC. Peluang diperoleh Alsan pada menit ke 16 setelah memperoleh ruang melakukan tendangan, namun sayangnya masih melambung.
    I Gede Sukadana juga sempat memperoleh peluang emas pada menit 36. Tendangan gelandang bernomor punggung 44 tersebut cukup terarah namun Yogi Triana dengan sangat gemilang menggagalkan peluang tersebut.
    Miftahul Hamdi juga sempat mengancam gawang SFC pada menit 43 lewat tendangan dari luar kotak penalti namun masih tipis melambung diatas gawang Yogi Triana.
    Sampai dengan babak pertama usai, skor 1-0 untuk Sriwijaya FC tidak berubah.
    Di babak kedua, sebenarnya para pemain Bali United cukup dominan dalam hal penguasaan bola. Namun para pemain Sriwijaya FC kembali berhasil menjebol gawang Bali United pada menit ke 74 lewat sundulan pemain belakang Achmad Jufrianto memanfaatkan sepak pojok.
    Tertinggal dua gol membuat para pemain Bali United meningkatkan intensitas serangan. Gol balasan pun akhirnya tercipta dua menit setelah gol Jufrianto lewat tendangan jarak dekat Agus Nova Wiantara memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Made Wirahadi yang ditepis Yogi Triana.
    Di sisa pertandingan tidak ada lagi gol yang tercipta dan keunggulan Sriwijaya FC 2-1 atas Bali United tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua.
    Usai pertandingan, manager coach Bali United, Indra Sjafri mengatakan sebenarnya mampu untuk mengendalikan permainan terutama di babak kedua. Namun dirinya juga mengakui tekanan-tekanan dari pemain Sriwijaya FC di awal pertandingan benar-benar membuat anak asuhannya kesulitan.
    "Pressing para pemain Sriwijaya FC di awal-awal pertandingan benar-benar membuat para pemain sulit mengembangkan permainan, padahal sebenarnya kami mampu mendominasi pertandingan terutama di babak kedua," ujar Indra Sjafri.
    Lebih lanjut, Indra Sjafri juga menyayangkan dua gol yang tercipta ke gawang Bali United lahir lewat bola mati. Namun kendati demikian, dirinya juga tetap memberikan apresiasi kepada para pemain Bali United yang sudah berjuang habis-habisan hingga akhir pertandingan.
    "Dua gol yang tercipta ke gawang kami berawal dari proses bola mati. Kami harus evaluasi hal ini agar tidak terus terulang. Namun terlepas dari itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pemain yang sudah berjuang hingga menit akhir," imbuh Indra Sjafri.
    Selanjutnya, tim Serdadu Tridatu akan melakoni pertandingan terakhir di kompetisi Torabika Soccer Championship 2016 dengan menjamu tim Ibu Kota, Persija Jakarta pada hari Sabtu (17/12) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS