29 October 2022

DUA PEMAIN BALI UNITED BERBAGI KEBAHAGIAAN DENGAN BLIND SEMETON DEWATA

Jeda kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 sudah memasuki pekan keempat. Berhentinya kompetisi sementara ini adalah akibat imbas dari tragedi kerusuhan pada laga Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang awal bulan Oktober lalu.

Beberapa tim terlihat tengah diliburkan dan ada pula tim yang tetap menjalankan program latihan di tengah ketidakjelasan kompetisi. Salah satunya adalah tim Bali United yang terus gencar menjalani latihan di Bali.

Di tengah program latihan tersebut, dua pemain Bali United terlihat mengisi kegiatan jeda kompetisi dengan hal bermakna. Mereka adalah penjaga gawang Bali United, Muhammad Ridho dan penyerang sayap cepat, Rahmat yang pada pagi hari tadi hadir memenuhi undangan dari salah satu komunitas suporter.

Mereka adalah Blind Semeton Dewata. Sesuai nama awalnya yang jika diterjemahkan berarti “buta” yang mendukung perjuangan dari Serdadu Tridatu. Mereka yang tergabung dalam komunitas tersebut adalah penyandang disabilitas tuna netra atau yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan.

Komunitas yang dibentuk untuk mewadahi mereka yang berkekurangan dalam penglihatan ini melakukan olahraga pagi di Training Center Bali United, Pantai Purnama, Gianyar. Mereka bermain bola di lapangan yang selama ini digunakan oleh Bali United Youth melakoni latihan.

Kehadiran dua pemain Bali United pada pagi hari tadi tentu menjadi penyemangat dan hiburan untuk Komunitas Blind Semeton Dewata. Rahmat dan Ridho juga turut memberikan materi dasar bermain bola kepada mereka yang memakai bola khusus berisi suara nyaring dari dalam bola.

“Saya sangat senang melihat antusias dari komunitas Blind Semeton Dewata dalam memberikan dukungan terhadap tim Bali United. Meskipun kita bisa melihat mereka memiliki keterbatasan fisik terutama di penglihatan. Namun mereka memiliki semangat yang luar biasa. Menurut saya pribadi, ini sangat menyentuh buat saya,” ungkap Rahmat.

Keceriaan terus terpancar selama satu jam bersama di lapangan berhias pemandangan pinggir pantai ini. Bahkan Pande Putu Rifan yang sekaligus menjadi ketua dari komunitas ini memberikan tantangan kepada dua pemain Bali United untuk melakukan tendangan penalti dengan mata tertutup. Kesulitan dan bahkan gagal melakukan tendangan dirasakan oleh Rahmat dan Ridho yang memberikan keceriaan kepada para anggota komunitas ini.

“Saya juga sempat menerima tantangan dari mereka menendang penalti dengan mata tertutup dan saya merasa sangat kesulitan. Apalagi mereka yang setiap hari merasakan keterbatasan itu namun tetap memiliki jiwa yang bersemangat. Tentu ada pelajaran yang bisa kita peroleh dari mereka. Harapan saya mereka tetap bahagia bermain sepak bola dan terus mendukung tim Bali United. ,” imbuh Ridho.

Komunitas Blind Semeton Dewata sendiri dibentuk sejak tahun 2019 untuk mewadahi mereka yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan dan juga memiliki kecintaan terhadap Bali United. Meski mengalami kekurangan, namun semangat dan cinta mereka terhadap perjuangan Serdadu Tridatu harus diacungi jempol.

Beberapa kali mereka terlihat hadir secara langsung di Stadion Dipta memberikan dukungan para penggawa Serdadu Tridatu berjuang di lapangan. Meskipun memang tidak bisa melihat jalannya pertandingan dan hanya sebatas mendengar sorak sorai penonton dari tribun. Namun itulah sebuah cinta yang bukan hanya sebatas melihat namun mampu merasakan.

Luar Biasa Blind Semeton Dewata!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS