31 July 2022

GAGAL BAWA PULANG TIGA POIN DARI PAREPARE JADI PELAJARAN BERHARGA UNTUK BALI UNITED MASUKI PEKAN KETIGA LIGA

Pekan kedua BRI Liga 1 2022/2023 berlangsung tidak mudah bagi Bali United. Menghadapi PSM Makassar pada Jumat (29/7) lalu, pasukan Serdadu Tridatu dipaksa menerima kekalahan.

Bali United yang menjalani laga tandang pertama ke Kota Parepare harus menelan hasil antiklimaks pada lawatannya kali ini. Sang tuan rumah yang mendapat dukungan penuh dari suporter setia yang memadati Stadion Gelora B.J. Habibie sukses memenangkan laga dengan skor akhir 2-0.

Bali United sendiri telah memainkan permainan menyerang sejak peluit pertama dibunyikan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun sayang, skuad Juku Eja tampil lebih solid pada laga ini, baik saat menyerang maupun bertahan.

Anak asuh Bernardo Tavares itu sukses menjebol gawang Nadeo Argawinata pada menit ke-27 lewat sepakan penalti Everton dan pada menit ke-90+4 melalui gol Yakob Sayuri. PSM Makassar pun mampu mempertahankan keunggulan tersebut sampai peluit panjang berbunyi.

Akibat kekalahan ini, Bali United belum mampu memperbaiki catatan pertemuan dengan PSM Makassar. Sebab, Fadil dan kolega terakhir kali menang atas Pluim dan tim adalah pada gelaran Liga 1 2019 dengan skor tipis 1-0 (1/8/2019). Musim lalu sendiri, Serdadu Tridatu memperoleh sekali kalah dan seri dari dua pertemuan di BRI Liga 1 2021/2022.

Kekalahan ini tentu memberi kekecewaan bagi seluruh penggawa Bali United dan Semeton tentunya. Namun, hasil ini turut memberi pelajaran penting bagi anak asuh Stefano Cugurra.

Bali United yang menurunkan susunan pemain terbaiknya ini tidak menunjukkan organisasi permainan yang solid selama 90 menit pertandingan. Beberapa kali terlihat jarak antarlini yang cukup jauh dapat dimanfaatkan oleh pemain PSM Makassar untuk mencari celah menciptakan peluang berbahaya.

Transisi permainan yang kurang rapi antara menyerang dan bertahan juga patut disorot. Kerap kali skuad Juku Eja dengan lincah mampu melakukan serangan balik berbahaya karena pemain Bali United terkadang terlambat menutup ruang. Hal ini tentu sangat membahayakan, apalagi jika lawan mampu langsung berhadapan satu lawan satu dengan kiper akibat terlambatnya transisi.

Tidak kalah penting, efektivitas permainan juga harus segera dibenahi, terutama saat menyerang. Sebab, pada laga ini Bali United mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya khususnya melalui kombinasi trio Irfan Jaya, Ilija Spasojevic, dan Privat Mbarga. Namun sayang, tidak ada satupun yang berhasil berbuah gol.

Meskipun gagal memetik poin penuh pada laga tandang pertama ini, tetapi Bali United membawa pulang sejumlah pelajaran berharga. Berbekal catatan tersebut, Serdadu Tridatu harus melakukan evaluasi dan jangan berkecil hati.

Melihat hal tersebut, Coach Teco pun sadar dan dengan tegas akan segera memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Sebab, perjalanan di BRI Liga 1 2022/2023 masih sangat panjang. Fadil dan kolega masih memiliki 31 pertandingan yang akan dimainkan dari total 33 laga.

“Sepak bola saat ada kesalahan di lini belakang sangat fatal. Tentu ada kekurangan di sektor belakang sehingga lawan bisa cetak dua gol. Perlu ada evaluasi kembali untuk lebih baik di laga berikutnya,” tegas Coach Teco.

Terdekat, Bali United akan menghadapi RANS Nusantara FC pada pekan ketiga liga, Kamis (4/8) mendatang. Dengan waktu yang dimiliki, Serdadu Tridatu dapat memanfaatkannya untuk kembali meracik strategi yang tepat untuk menjamu tim milik Raffi Ahmad tersebut di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Seluruh rombongan tim yang diboyong ke Kota Parepare sendiri sudah tiba dengan selamat di Pulau Bali sejak kemarin (30/7). Seusai menjalani pertandingan tandang melelahkan tersebut, pemulihan kondisi fisik para pemain tentu menjadi prioritas utama.

Tegakkan kepala dan mari bangkit bersama!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS