1 July 2022

JAJANG MULYANA, PEMAIN BELAKANG BERNALURI STRIKER MILIK BALI UNITED

Laga terakhir Bali United di fase grup G AFC Cup 2022 dengan tim asal Filipina, Kaya FC berakhir dengan skor tipis 1-0 hari Kamis (30/6) kemarin. Gol tunggal ini diciptakan oleh pemain belakang Bali United, Jajang Mulyana pada menit ke-25 memanfaatkan umpan tendangan bebas Eber Bessa.

Sebagai pemain belakang, terlihat bila naluri seorang striker Jajang Mulyana masih melekat. Sundulan di sudut kanan gawang Jajang gagal diantisipasi penjaga gawang Kaya FC, Quincy Julian. Skor ini bertahan hingga turun minum.

“Pastinya saya senang bisa mencetak gol untuk membawa Bali United memenangkan pertandingan. Semua itu tentu berkat usaha dan kerja keras dari teman-teman di lapangan dan juga tim pelatih,” ungkap Jajang Mulyana.

Pemain kelahiran 23 Oktober 1988 di Sumedang, Jawa Barat ini mengawali karier bersama Persib Muda pada tahun 2004 sebelum akhirnya bergabung dengan Pelita Jaya sebagai tim senior pertama pada tahun 2007.

Beberapa tim lokal pernah disinggahi oleh Jajang Mulyana dalam perjalanan kariernya di lapangan hijau seperti Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Pusamania Borneo FC dan terakhir adalah tim sekelas Bhayangkara FC. Bersama Bhayangkara FC, Jajang juga mempersembahkan trofi juara Liga 1 2017 untuk The Guardian.

Naluri seorang striker memang tidak pernah terlepas terutama ketika bermain di Pelita Jaya dan Sriwijaya FC, Jajang pada saat itu berposisi sebagai seorang striker.

Pada saat membela Pelita Jaya, Jamul, sapaan akrabnya ini pernah dipinjamkan ke klub asal Brasil, Boavista SC awal tahun 2008 silam sebagai seorang striker. Bahkan saat membela Timnas Indonesia U-21 tahun 2006 dan U-23 tahun 2011, ia juga menjadi mesin gol bagi skuad Garuda Muda kala itu.

"Jajang sudah mulai bagus adaptasi di tim. Dia sudah membantu tim dua kali dari pemain inti. Kedua pertandingan yang dijalaninya juga berhasil meraih kemenangan," tambah Coach Teco.

Memiliki pengalaman sebagai striker menjadi nilai lebih seorang Jajang Mulyana ketika kini menjadi seorang bek tengah. Kelebihannya adalah mampu membaca pergerakan lini depan dari tim lawan ketika bertugas sebagai benteng pertahanan tim.

Terbukti, ia berhasil mencatatkan namanya saat berjumpa Kaya FC (30/6) kemarin sore. Gol sundulan ke gawang anak asuh Yu Hoshide membawa kemenangan bagi Bali United. Meskipun akhirnya tidak menjadi syarat untuk bisa lolos fase grup G AFC Cup 2022.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS