21 March 2018

KELUARGA BESAR BALI UNITED “TANGKIL” KE PURA BATUR DAN BESAKIH

    1. Jelang melakoni pertandingan perdana di kompetisi Go-Jek Traveloka Liga 1 menjamu PSMS Medan hari Sabtu (24/3) mendatang, rombongan keluarga besar Bali United melaksanakan salah satu agenda penting. Agenda penting yang dimaksud adalah
tangkil
    (datang) ke Pura Batur dan Pura Besakih untuk melaksanakan persembahyangan bersama. Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi.
    1. Seluruh pemain, tim pelatih dan jajaran manajemen kompak menggunakan pakaian khas umat Hindu di Bali tanpa melihat perbedaan keyakinan yang ada dalam tim. Terlihat para pemain seperti Irfan Bachdim, Ilija Spasojevic dan pemain lainnya nampak sangat gagah menggunakan kombinasi
kamen
    1. (kain),
saput
    1. , kemeja putih dan
udeng
    .
    Kegiatan diawali dengan melakukan persembahyangan di Pura Ulun Carik yang bertempat di area Stadion Kapten I Wayan Dipta. Rombongan berada di Pura yang wajib dikunjungi pemain yang beragama Hindu sebelum pertandingan kandang Bali United tersebut selama kurang lebih satu jam. Perjalanan pun dilanjutkan ke Pura Ulun Danu, Batur.
    Menempuh perjalanan satu jam lebih, rombongan tiba di Pura Batur dengan langsung disambut beberapa semeton yang sudah menunggu kedatangan rombongan tim Bali United. Beberapa pemain pun langsung mendapat permintaan untuk berfoto bersama para fans.
    Saat proses persembahyangan berlangsung, para pemain, offical dan jajaran manajemen nampak sangat khusyuk. Bahkan beberapa pemain dan official yang beragama non-Hindu pun ikut serta dalam proses persembahyangan.
    Kurang lebih dua jam, rombongan tim Bali United pun langsung bertolak menuju salah satu rumah makan yang tidak jauh dari Pura Batur untuk makan siang. Bukan hanya untuk makan siang, para pemain dan official tim juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berfoto dengan latar pemandangan indah Gunung Batur.
    Rombongan pun melanjutkan perjalanannya ke tujuan berikutnya yaitu Pura Besakih. Menempuh perjalanan kurang dari dua jam, rombongan pun akhirnya tiba di Pura Besakih yang terletak di Kabupaten Karangasem.
    Setibanya di Pura Besakih, rombongan tim yang beragama Hindu langsung berpencar menuju Pura Pedharman (leluhur) masing-masing. Sementara rombongan lainnya terlihat sangat menikmati suasana di Pura Besakih. Bangunan khas Pura Besakih yang merupakan Pura tersebar di Bali tersebut juga dimanfaatkan untuk berfoto bersama.
    Rombongan kembali berkumpul di Penataran Agung (pura umum) setelah rombongan yang beragama Hindu selesai melakukan persembahyangan di Pura Pedharman masing-masing. Persembahyangan bersama pun kembali dilaksanakan dengan khusyuk.
    Usai melaksanakan serangkaian kegiatan hari ini, pelatih kepala Bali United, Widodo Cahyono Putro mengatakan bila kegiatan yang diadakan hari ini merupakan salah satu program wajib yang telah rutin dilaksanakan oleh keluarga besar Bali United. Ia pun berharap perjalanan Bali United di kompetisi tahun 2018 ini mendapat kelancaran.
    "Ya, kegiatan persembahyangan ini memang sudah kami agendakan sejak lama karena ini memang program yang rutin kami lakukan setiap tahunnya. Ketika kami akan melakukan sesuatu yang besar, maka sudah kewajiban kami untuk memohon kepada yang Maha Kuasa agar segala sesuatunya dilancarkan," ujar Coach Widodo.
    Terkait seluruh pemain dan tim pelatih Bali United yang menggunakan pakaian adat Bali, dirinya mengatakan bila hal tersbeut adalah cara tim Bali United untuk saling menghargai perbedaan satu sama lain.
    "Kami semua memang memiliki keyakinan yang berbeda satu sama lain. Tapi kami semua sadar bila kami berada di Bali dan sudah sewajarnya kami menghormati kebudayaan yang ada di Bali. Kami memang memahami istilah dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung," imbuh Coach Widodo.
Astungkara perjalanan Bali United di kompetisi tahun 2018 ini dilancarkan.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS