21 October 2022

MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN DUA PUNAKAWAN PENOPANG PAHLAWAN BALI UNITED

Perkembangan Bali United sebagai salah satu tim sepak bola profesional di Indonesia bisa dibilang mengalami perkembangan yang luar biasa. Mulai dari tim sepak bola yang bermain di kasta tertinggi kompetisi hingga mulai melebarkan sayap di berbagai sektor bisnis pendukung, membuat tim asal pulau dewata ini selalu menjadi pionir klub elite di Indonesia.

Melantai di bursa saham hingga mulai memasuki bisnis di bidang NFT dan Metaverse menjadikan Bali United bukan hanya dikenal di kalangan masyarakat Indonesia saja. Publik global mulai mengakui keberadaan tim yang mencetak sejarah sebagai tim peraih trofi Liga 1 dua musim beruntun di Indonesia.

Apalagi ditambah dengan perkembangan pembangunan Training Center yang berlokasi di pinggir pantai kian menambah eksotisnya nama klub Bali United. Sepanjang 7 tahun tim ini secara resmi berdiri, jajaran pelatih hingga pemain kian silih berganti. Namun ada pihak official tim yang awet sejak awal kehadiran tim ini, yaitu dua orang Kitman dari Bali United.

Secara harfiah, “Kitman” berarti orang (man) yang mengurusi kostum tim (kit). Dalam istilah secara luas, kitman disebut juga sebagai “equipment manager” atau kalau diterjemahkan berarti “manajer perlengkapan”. Biasanya, semakin besar klubnya, semakin kompleks struktur organisasinya, maka jenis pekerjaannya biasanya lebih spesifik.

Umumnya klub besar di Eropa, Kitman ini ada yang bertugas untuk mengurus kostum, ada yang harus menyuci sepatu, dan ada yang memastikan kelancaran distribusi perlengkapan pemain tersebut.

Peran kitman menjadi penting karena seringkali ia juga yang mengurusi kebersihan “alat perang” pemain, seperti sepatu. Karena pemain tidak selalu mendapatkan kostum baru di tiap pertandingan, maka kitman-lah yang mengurus kebersihan kostum tersebut mulai dari mencuci, mengeringkan, hingga merapikannya agar siap pakai.

Menjadi seorang kitman bukanlah tugas yang mudah. Kemampuan pertama yang harus ia miliki adalah soal menyusun puluhan kostum pemain, mendatanya, mengecek mana yang bisa dipakai, mana yang harus diganti. Apalagi, setiap hari pemain berlatih, dan mereka memerlukan kostum baru yang bersih. Artinya, kitman tak cuma bekerja di hari pertandingan, tapi setiap hari menjadi tanggung jawabnya untuk tim.

Dua orang Kitman dari Bali United ini adalah I Wayan Suarjana, akrab disapa Ruet dan Suhartono yang lebih dikenal dengan nama Tole. Ruet dan Tole adalah dua official yang memiliki peran sangat sentral dalam kubu Serdadu Tridatu.

Kedua punakawan ini adalah pemain luar yang tidak masuk dalam skema strategi pelatih, melainkan peran mereka sangat dibutuhkan untuk mendukung permainan penggawa Serdadu Tridatu.

Mereka membagi tugas dalam mempersiapkan segala kebutuhan tim, mulai dari kaos kaki, jersey, sepatu tempur yang digunakan para pemain, air mineral untuk menjaga hidrasi pemain, kebutuhan sarana latihan dan pemanasan jelang pertandingan, dan segala kebutuhan yang diperlukan setiap pemain sewaktu berlatih dan bertanding.

Wayan Suarjana maupun Suhartono bisa dibilang ada sejak era pelatih pertama Bali United, Indra Sjafri menukangi tim asal pulau dewata ini. Ruet bergabung sejak akhir 2014 jelang kehadiran resmi Bali United, sedangkan Tole pada awal tahun 2015 berdekatan dengan hari lahirnya Bali United.

“Saya bergabung dengan Bali United pada tahun 2014 jelang kehadiran tim ini di pulau Bali. Suatu kebanggaan ada tim profesional dari tanah kelahiran sendiri yang berkompetisi di kancah nasional,” ungkap Ruet.

“Suatu kebanggaan dan bersyukur bagi saya sampai saat ini masih diberikan kepercayaan dengan salah satu tim profesional yang ada di Indonesia. Pada tahun 2015 lalu saya resmi menjadi bagian dari keluarga Bali United,” sambung Tole.

Bisa dibilang peran Kitman ini sudah seperti orang tua dari para pemain. Sebab segala kebutuhan mereka harus dibantu oleh peran dan tanggung jawab seorang Kitman. Mulai dari ukuran jersey dan celana yang digunakan saat latihan dan bertanding, kemudian ukuran sepatu yang akan digunakan serta kebiasaan atau makanan apa yang mesti dimakan sebelum bertanding dan hal lainnya yang menunjang penampilan para pemain di lapangan.

Maka tidak heran, jika kedekatan Kitman dengan pemain adalah hal yang sangat wajar. Bagi Ruet, kenyamanan adalah nomor satu sebagai bentuk pelayanan yang terbaik bagi para pemain untuk bisa fokus saat menjalankan strategi tim pelatih di lapangan.

“Memberikan kenyamanan untuk pelatih dan pemain dengan menyiapkan segala kebutuhan mereka adalah cara untuk membantu tim lebih fokus di lapangan,” imbuh Ruet.

Selaras dengan Ruet, Tole yang berasal dari luar Bali juga menyetujui kompatriotnya sebagai sesama rekan kerja. Sebab jika sudah memberikan pelayanan dari hati, maka perjuangan Serdadu Tridatu di atas lapangan akan dengan mudah dijalankan.

“Melayani dengan hati merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh dilewati demi mendukung perjuangan Serdadu Tridatu,” tambah Tole.

Sebagai punakawan yang sangat sentral keberadaannya dalam tim, kehadiran mereka berdua dalam mempersiapkan perlengkapan laga tandang di berbagai kota juga menjadi kewajiban yang tidak boleh dilupakan.

Perjalanan tugas dinas dalam tajuk away dari Sumatera hingga Papua, dua orang ini yang sangat bertanggung jawab terhadap perlengkapan latihan hingga peralatan tempur setiap pemain yang berangkat.

Bahkan beberapa negara Asia Tenggara dan juga Australia adalah beberapa negara luar yang sempat menjadi kunjungan dua Kitman ini bersama Bali United.

“Karena Bali United, saya bisa mengenal negara luar yang ada di Asia Tenggara dan bahkan juga di  Australia,” ucap dengan bangga Tole.

Meski memang ketika berada di kompetisi Asia belum membuahkan hasil maksimal karena perbedaan sistem maupun faktor lain dengan yang ada di Indonesia. Pelan namun pasti, tim-tim di Indonesia akan berbenah menuju perubahan yang lebih baik dengan mempersiapkan sarana penunjang yang lebih mumpuni untuk perkembangan tim.

Salah satunya Bali United yang tengah mempersiapkan pusat pelatihan Training Center yang ada di Pantai Purnama, Gianyar. Perkembangan Bali United pun kian baik dan semoga prestasi kedepannya juga semakin meningkat sebagai tim yang terus berkembang.  

“Juara Liga 1 sudah tercapai, harapannya bisa merasakan juara di Asia bersama tim tanah kelahiran sendiri,” harap Ruet.  

Terima kasih Ruet dan Tole, meski bukan di depan kamera membela Bali United, namun pelayanan dan jasamu selalu menjadi faktor keberhasilan dan kesuksesan tim Bali United.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS