6 July 2022

MENGENANG KISAH MANTAN PELATIH & PEMAIN PELITA JAYA YANG KINI BERSATU DI BALI UNITED

I Made Pasek Wijaya adalah salah seorang legenda pesepak bola asal Bali. Sejumlah klub besar di Indonesia pernah dibelanya, mulai dari Pelita Jaya Jakarta hingga Persekaba Badung. Total, 18 tahun karier dihabiskan olehnya dengan malang melintang menggeluti dunia si kulit bundar.

Selepas memutuskan pensiun sebagai pemain pada tahun 2004 silam, pemilik julukan “Kijang Dewata” ini memutuskan untuk menjadi seorang pelatih. Kiprahnya di dunia kepelatihan dimulai saat menjadi asisten pelatih di mantan klubnya, Pelita Jaya pada tahun 2008.

Selepas empat musim berbakti di Pelita Jaya, ayah kandung bek kanan Bali United, Andhika Wijaya ini berpindah ke klub Arema Cronus. Bertahan selama empat tahun di tim asal Malang tersebut, Coach Pasek memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya.

Setelah sempat menjadi asisten pelatih Bali United senior pada tahun 2017-2018, kini, Coach Pasek fokus menjadi pelatih kepala Bali United Youth U-18.

Meski saat ini tergolong lebih banyak menghabiskan karier melatih tim Serdadu Tridatu Muda, tetapi pelatih berusia 53 tahun ini memiliki pengalaman berkesan dengan pemain anyar Bali United, Jajang Mulyana.

Ternyata, Coach Pasek pernah satu tim dengan Jamul di tim Pelita Jaya pada tahun 2010 silam. Ia pun menjadi salah seorang saksi perjalanan karier bek tangguh tersebut hingga kini mampu kembali bertemu di Bali United.

“Dengan Jajang, saya pernah satu tim dengan dia pada tahun 2010. Dia sebagai pemain dan saya sebagai asisten pelatih yang waktu itu pelatih kepalanya adalah Coach Djajang Nurdjaman. Jajang ini salah satu pemain yang menurut saya supel dan suka bergaul. Dia itu posisi aslinya striker tapi tidak tahu ceritanya bagaimana bisa dia menjadi seorang pemain belakang,” ujar Coach Pasek sambil tertawa.

Lebih lanjut, Coach Pasek pun turut memberi komentar positif terhadap penampilan mantan anak asuhnya tersebut. Pelatih peraih juara Elite Pro Academy (EPA) 2021 tersebut memuji Jajang yang mampu menjadi pahlawan kemenangan tipis 1-0 Bali United atas Kaya FC Iloilo pada AFC Cup (30/6) lalu.

“Menurut saya, Jajang ketika bermain di AFC saat lawan Kaya FC tampil baik. Bagi saya, penampilannya bagus untuk seorang pemain belakang dan bahkan bisa mencetak gol juga. Mantan striker kalau diberikan kesempatan bermain sebagai center back pasti tidak masalah. Sebab biasanya dia dijaga, kali ini dia menjaga lawan dan tahu posisi untuk mencetak gol bagi timnya,” jelas Coach Pasek.

Dari kisah Coach Pasek dan Jajang Mulyana ini dapat menjadi teladan bagi kita semua untuk dapat terus menjaga hubungan baik dengan siapapun. 

Mungkin saat ini hubungan sebagai seorang pelatih dan pemain, namun di waktu mendatang mungkin akan menjadi rekan sejawat dalam tim kepelatihan untuk menciptakan prestasi baru di sepak bola Indonesia.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS