2 October 2022

PERISTIWA KANJURUHAN, COACH TECO TURUT BERBELASUNGKAWA ATAS TRAGEDI DUKA SEPAK BOLA INDONESIA 

Peristiwa duka terjadi di sepak bola Indonesia kala Arema FC menjamu Persebaya Surabaya hari Sabtu (1/10) malam. Skor akhir 2-3 dengan kemenangan tim tamu ini direspons oleh suporter tuan rumah dengan turun ke lapangan pertandingan.

Petugas keamanan juga merespons dengan melakukan perlawanan salah satunya penembakan gas air mata. Kericuhan tidak dapat dihindari dan seluruh suporter panik dengan berlari dan saling injak saat hendak keluar stadion. Sesak nafas pun tidak dapat ditolak.

Total terbaru hingga Minggu (2/10) siang ini sebanyak 130 korban jiwa meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi antara suporter tuan rumah dengan petugas keamanan.  

Para korban yang meninggal di lokasi kejadian dan ada yang saat penanganan pertolongan di rumah sakit. Mereka yang menjadi korban adalah para suporter yang hadir ke stadion dan ada pula anggota kepolisian.

Pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra menyayangkan peristiwa duka ini kembali terjadi di Indonesia. Sebelumnya, saat pramusim, dua suporter Persib Bandung juga dinyatakan meninggal dunia. Kini, saat pekan sebelas Liga 1 yang mempertemukan dua tim besar dari Jawa Timur kembali memakan korban.

“Situasi sangat buruk buat nama sepak bola Indonesia di dunia. Tahun ini di Piala Presiden sudah meninggal dua suporter dari Persib. Belum ketemu solusi buat organisasi di dalam sama di luar stadium untuk lebih bagus buat tidak terjadi lagi,” ujar Coach Teco.

Peristiwa yang memakan korban di sepak bola Indonesia ini menjadikan sejarah kedua berdarah di dunia. Total terbesar yang memakan korban dari suatu kompetisi sepak bola terjadi pada 24 Mei 1964 yang terjadi di stadion Estadio Nacional, Lima, Peru yang menewaskan 328 korban jiwa.

Teco yang pernah menangani Persebaya Surabaya awal kariernya di Indonesia ini mengakui bila seharusnya suporter datang untuk mendapat hiburan bukan ancaman. Apalagi kehilangan nyawa yang meninggalkan keluarga di rumah.

“Sepak bola seharusnya adalah hiburan buat suporter yang datang buat nikmati pertandingan dan selesai pertandingan pulang ke rumah dengan aman,” jelas Coach Teco.

Pelatih yang sukses meraih tiga trofi Liga 1 di Indonesia berharap agar semua suporter tim sepak bola yang ada di Indonesia lebih dewasa. Ia menyadari bila hasil sepak bola adalah tiga hasil yang harus diterima. 

“Harapan untuk semua suporter lebih dewasa. Datang ke stadium cuma buat nikmati pertandingan dan balik semua ke rumah dengan aman. Suporter harus bisa terima tiga hasil yang ada di dalam sepak bola yaitu menang, seri, atau kalah,” tutup Coach Teco.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS