16 November 2022

PRESIDEN FIFA, GIANNI INFANTINO SERUKAN NILAI PERSATUAN DI KTT G-20, ADA MAKNA MENDALAM DARI SEPAK BOLA

Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino menjadi salah satu tokoh penting yang turut menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali.

Tidak hanya sekadar ikut hadir, tetapi orang nomor satu dalam sepak bola dunia tersebut turut menyampaikan pesan penting dalam forum pertemuan pemimpin penting dunia tersebut.

Melalui sesi pidato di Ocean front Lawn, The Apurva Kempinski Bali, pada hari Selasa (15/11) kemarin, Gianni Infantino menyampaikan sebuah pesan penting di hadapan para pemimpin dunia.

Dengan statusnya sebagai Presiden FIFA, pria berusia 52 tahun itu menyerukan perdamaian di seluruh dunia yang dapat diwujudkan salah satunya melalui sepak bola.

Pasalnya, olahraga kulit bulat ini bukan hanya sekadar permainan biasa, tetapi lebih dari itu. Ia yakin bahwa sepak bola memiliki dampak yang sangat besar di tengah dunia ini.

"Sepak bola jauh lebih dari hanya ekonomi dan juga lebih dari sekadar olah raga. Sepak bola memiliki dampak sosial yang besar," ujar Infantino.

Lebih lanjut, Infantino yakin bahwa melalui sepak bola, semua perbedaan yang ada di dunia ini dapat dipersatukan. Sebab, nilai atau esensi utama dari olahraga ini adalah kerja sama dan persatuan.

Hal tersebut tercermin melalui 22 orang di atas lapangan bahu membahu mengesampingkan segala perbedaan yang ada, demi tujuan bersama. Belum lagi dukungan penuh dari para suporter yang saling berangkulan tanpa memandang latar belakang demi memberikan dukungan lewat sepak bola.

Itulah sebabnya sepak bola adalah salah satu alat pemersatu yang dapat meruntuhkan segala tembok pembatas yang dapat memisahkan satu sama lain.

"Sepak bola tentang kecintaan, toleransi, non-diskriminasi, dan edukasi. Sepak bola adalah investasi untuk anak kita dan untuk masa depan. Sepak bola juga adalah olahraga yang menyatukan dunia," sambung Infantino.

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo pun menimpali hal serupa. Sepak bola dan olahraga secara umum, bukan hanya sekadar aktivitas untuk menunjang kesehatan, tetapi juga dapat menimbulkan kebahagiaan.

“Olahraga sangat penting dalam kehidupan. Melalui olahraga, kita tidak hanya menjadi sehat, tetapi juga merasa bahagia,” sambut Joko Widodo.

Lebih lanjut, pidato Gianni Infantino dan pernyataan Presiden Joko Widodo tersebut pun seolah menjadi pengingat bagi persepakbolaan nasional. Pasalnya, dunia kulit bulat Tanah Air masih kerap kali dijumpai kejadian provokatif yang memicu adanya perpecahan.

Anarkisme ataupun bentrokan antarsuporter serta fanatisme berlebihan masih seringkali terjadi di sepak bola Indonesia. Sudah pasti hal tersebut menimbulkan dampak negatif bagi semua pihak.

Salah satu potret kejadian tersebut adalah Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada awal bulan Oktober lalu. Di mana, lebih dari 135 jiwa menjadi korban tewas akibat kerusuhan yang pecah di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Buntut dari kejadian tersebut, seluruh aktivitas dan kompetisi sepak bola nasional baik level senior hingga junior terpaksa harus dihentikan sementara entah sampai kapan.

Semoga saja selepas kejadian tersebut, seluruh elemen dalam sepak bola nasional dapat sadar, berbenah, dan mampu saling berangkulan satu sama lain dalam perdamaian. Persis seperti esensi utama dari si kulit bulat.

Lekas pulih sepak bola tercinta!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS