21 July 2022

SAPU BERSIH! TUJUH PEMAIN BALI UNITED ACADEMY MATARAM BERHASIL LOLOS KE SELEKSI HARI KEDUA “THE NEXT GEN BALI”!

Program seleksi pemain Bali United Youth bertajuk "The Next Gen Bali" adalah sebuah kesempatan besar bagi seluruh talenta muda pesepak bola Indonesia unjuk gigi. Ratusan pemain berbakat menjajal peruntungan untuk bisa bergabung membela skuad Serdadu Tridatu Muda.

Selama tiga hari, mulai dari tanggal 20 hingga 22 Juli, para peserta akan saling beradu untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas lapangan hijau. Lapangan Training Center di Pantai Purnama menjadi saksi perjuangan calon penggawa andalan tim Bali United Youth kategori usia U-14, U-16, dan U-18.

Kesempatan besar tersebut tentu tidak boleh dilewatkan oleh seluruh pemain muda itu. Sebab, seleksi ini dapat menjadi jalan pembuka untuk menggapai mimpi menjadi pemain sepak bola profesional ke depannya.

Maka dari itu, beruntunglah total 970 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mereka dapat langsung unjuk gigi memperlihatkan kemampuan terbaiknya di atas lapangan di hadapan tiga pelatih Bali United Youth, yaitu Coach Pasek Wijaya, Coach Sandhika Pratama, dan Coach Dede.

Setelah melakoni pertandingan 11 melawan 11 yang melelahkan selama satu hari penuh kemarin (20/7), sebanyak 493 peserta dari tiga kelompok umur telah diumumkan melaju ke seleksi tahap kedua hari ini (21/7). Kabar tersebut tentu membawa sukacita tidak hanya bagi pemain ataupun orang tua yang mendampingi, tetapi juga para pendamping dari tim sekolah sepak bola (SSB) asal mereka.

Gurat bahagia tersebut tampak sangat jelas pada wajah Antonius Lao, yang merupakan Co-founder dari salah satu tim yang ikut mengirimkan pemain terbaiknya, yakni Bali United Academy Mataram.

Mengutus tujuh talenta unggulan dari kelompok usia U-16 dan U-18, semuanya dinyatakan lolos tahap seleksi pertama. Sontak Antonius sangat bergembira.

Mereka adalah Ario Islamipasa, Muh. Ziqry Alwi Akbar, Hilarius Mirong Dharmayanto Moa, dan Aurelius Messi Saputra dari kategori U-16. Sedangkan kelompok U-18 diwakili oleh Pilar Damai Duta Sakti, Muhammad Zidane Yusuf, serta Monarchy Bima Andika.

Antonius bangga anak asuhnya dapat menampilkan yang terbaik pada hari pertama seleksi. Namun, ia tetap memberi sedikit evaluasi.

“Anak-anak bagus dan menonjol dari antara yang lain kalau tadi saya lihat. Saya ingin mereka lebih percaya diri untuk bermain dan mengekspresikan dirinya di lapangan,” ujar Antonius.

Bali United Academy Mataram sendiri merupakan tim usia muda milik Bali United yang berdomisili di Mataram. Hadirnya akademi ini tentunya untuk mewadahi talenta belia di kawasan Nusa Tenggara Barat.

Berlandaskan pedoman kurikulum dari Bali United, seluruh bakat muda yang ada di Mataram dan sekitarnya dibentuk dan ditempa menjadi bintang Serdadu Tridatu di masa mendatang.

“Ada sedikit perbedaan, sebab Bali adalah muaranya, tempat berkumpulnya pemain terbaik. Namun, untuk kurikulum ataupun metode pelatihan, kami mengikuti sesuai arahan dari Bapak Dirtek, Coach Made Pasek. Sehingga segala arahan beliau, kami laksanakan dan implementasikan di Bali United Academy Mataram,” ungkap Antonius.

Tidak ada persiapan khusus dari skuad Bali United Academy Mataram sendiri untuk mengikuti seleksi "The Next Gen Bali" ini. Sebab, selama tiga bulan terakhir, mereka hanya melakukan latihan rutin seperti biasanya.

Hanya saja, yang menjadikan sedikit berbeda adalah terdapat proses seleksi internal untuk menentukan siapa yang akan berangkat ke Bali. Selain itu, mereka juga tidak terlihat mengirimkan pemain U-14nya.

Hal tersebut terjadi karena akan sedikit riskan bagi Antonius dan rekan pelatih lain memboyong pemain yang masih muda itu dari Mataram serta terkendala izin dari orang tua mereka.

“Tidak ada persiapan khusus, kami hanya berlatih rutin seperti biasa dengan kurikulum sesuai arahan dari Dirtek dari Bali yang terus kami asah selama di Mataram. Lalu kami juga mengadakan seleksi internal dan yang lolos kami bawa ke sini (Bali). Sementara itu, untuk U-14, kami terkendala izin orang tua, sehingga kami tidak berani mengajak ke sini,” jelas Antonius.

Antonius juga mengungkapkan bahwa ketujuh pemain tersebut merupakan talenta terbaik yang memang akan diproyeksikan untuk berjuang di kompetisi Elite Pro Academy 2022. Selain itu juga, Bali United Academy Mataram tengah mempersiapkan tim untuk mengikuti gelaran Piala Soeratin mendatang.

“Kebetulan mereka inilah yang terbaik untuk di kelompok umur 16 dan 18 tahun, sehingga kami utamakan dulu untuk ke Elite Pro Academy. Sedangkan sisanya yang di Mataram atau bagaimanapun hasilnya di sini, akan kami kompetisikan juga di Piala Soeratin Asprov Nusa Tenggara Barat,” imbuh Antonius.

Lebih lanjut, pria yang sangat mencintai sepak bola itu turut merasa senang dapat membawa anak asuhnya merasakan kualitas lapangan Training Center milik Bali United di Pantai Purnama. Antonius pun berharap, para pemain Bali United Academy Mataram bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya jelang turun di ajang Elite Pro Academy 2022 mendatang.

“Kalau di sini (lapangan Pantai Purnama) sangat bagus. Sebetulnya di sana (Mataram) kami mempunyai lapangan sesuai standar, hanya saja rumput kami tidak semewah ini. Ini sangat bagus dan dengan adanya fasilitas seperti ini, adaptasi adik-adik untuk Elite Pro Academy akan lebih mudah. Sebab saya yakin ini kualitasnya mungkin yang terbaik dan nyaman. Sehingga saya rasa adaptasinya lebih mudah,” tutup Antonius.

Hari ini (21/7), para pemain Bali United Academy Mataram akan kembali menjalani seleksi tahap kedua dalam program "The Next Gen Bali" bersama total 493 peserta lainnya.

Tetap semangat!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS