26 March 2022

SEJARAH! BALI UNITED JADI TIM PERTAMA YANG BERHASIL MEMPERTAHANKAN GELAR JUARA LIGA 1 DI INDONESIA

HASIL IMBANG PERSIB VS PERSIK MEMBAWA BERKAH BAGI BALI UNITED

Bali United FC dipastikan menjadi juara kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 pada pekan ke-33 hari Jumat (25/3) usai laga Persib Bandung kontra Persik Kediri hanya berbagi satu poin. Interval 4 poin dengan menyisakan satu pekan tidak mempengaruhi posisi Bali United di puncak klasemen sementara dan dipastikan mengunci gelar juara musim ini.

Persib Bandung bercokol di 68 poin sedangkan Bali United berada di 72 poin. Meskipun kalah atas Persebaya Surabaya di laga semalam, posisi Bali United tidak dapat diganggu gugat dan layak mempertahankan trofi juara pada kasta tertinggi sepak bola Indonesia saat ini. Skuad Serdadu Tridatu mengukir sejarah baru, sebagai tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara dengan status juara bertahan di musim kompetisi 2019 lalu.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari sosok sang pelatih kepala Stefano Cugurra alias Teco. Pelatih asal Brasil ini berhasil menjadi pelatih pertama sejak era Liga 1 yang berhasil membawa dua tim berbeda meraih trofi Liga 1 selama tiga musim beruntun. Bali United kini telah mengukir sejarah sepadan dengan Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persik Kediri yang juga telah meraih dua kali gelar juara sejak era Liga Indonesia musim 1994/1995.

“Saya harus terima kasih kepada semua elemen dalam tim, pelatih, pemain dan official juga suporter. Saya pikir kita sangat layak karena telah mengoleksi banyak poin di Liga 1 musim ini. Semua elemen ini bekerja keras dan mendukung untuk keberhasilan Bali United kembali juara,” ungkap Coach Teco.

Menariknya dalam penetuan juara ini, dua pemain Bali United yang dipinjamkan ke Persik Kediri, Fahmi Al Ayyubi dan Taufiq menjadi sosok pahlawan keberhasilan Macan Putih menahan imbang Maung Bandung. Kedua pemain ini diturunkan Coach Javier Roca sejak menit pertama dan memberikan perlawanan bagi Persib Bandung. Hasil imbang tanpa gol tersebut memastikan Bali United mempertahankan gelar juara musim 2021/2022.

KEHADIRAN TECO MENGUKIR SEJARAH BALI UNITED

Kesukesan Bali United menjadi tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga 1 berkat kepemimpinan nahkoda asal negeri Samba, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues alias Teco. Kehadiran Teco di skuad Serdadu Tridatu sejak 2019 lalu dengan status pelatih juara dari Persija Jakarta memberikan aura positif bagi tim asal pulau dewata. Beberapa pemain baru menjadi pilihannya untuk memperkuat kekurangan dalam tim Bali United kala itu.

Meskipun dalam kompetisi pramusim belum berhasil, kompetisi di Liga 1 menjadi pembuktikan Teco sebagai pelatih “Back to Back” juara dengan tim berbeda. Sejarah pertama pada Liga Indonesia diciptakan Teco dengan membawa Bali United menjuarai kompetisi Liga 1 2019 sebagai tim muda yang lahir pada 2015 silam.

Pelatih 48 tahun ini mengawali kepelatihan di Indonesia dengan menjadi pelatih fisik di Persebaya Surabaya pada akhir 2003 silam. Saat itu ia diboyong oleh pelatih sesama Brasil yang juga berpengalaman di Indonesia,  Jacksen F. Tiago usai menjalani karier di Singapura. Teco saat itu juga ikut merasakan euforia juara Liga Indonesia bersama skuad Bajul Ijo di era 2004.

Karier Teco terus menanjak dengan menjadi pelatih kepala di beberapa tim Thailand seperti Chiangrai United, Phuket FC, Osotpsa dan Navy FC sebelum kembali ke Indonesia. Pulang ke Indonesia dengan menangani Persija Jakarta tahun 2017, ayah dua orang anak ini berhasil memberikan gelar juara bagi Jakmania di tahun keduanya pada Liga 1 2018. Berstatus pelatih juara, ia hijrah ke tim asal pulau dewata, Bali United FC.

Ia sempat diragukan karena menangani tim minim sejarah, namun ternyata Teco mampu membuktikan di tahun pertamanya. Saat itu Serdadu Tridatu berhasil menempati puncak klasemen dengan 64 poin. Memutus poin tertinggi yang diraih Persija di musim sebelumnya yang hanya mengemas 62 poin. Kini, di musim ketiganya bersama Bali United, Teco kembali menciptakan sejarah dengan 72 poin kemenangan di Liga 1 dan masih menyisakan satu pekan pertandingan.

HADIR DENGAN PERKEMBANGAN PESAT DI LIGA INDONESIA

Kehadiran Bali United sebagai tim yang berasal dari pulau dewata memberikan warna baru bagi masyarakat Bali. Terlebih dengan tidak adanya perwakilan tim asli Bali yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sebelumnya ada beberapa tim asli Bali yang hadir di kompetisi sepak bola Indonesia seperti Gelora Dewata. Salah satu tim yang pernah bermain di Divisi Utama pada era Galatama 1993/1994 dan sempat merasakan kompetisi Asia menghadapi Kuala Lumpur FA di tahun 1994/1995. Pada akhirnya tim ini harus menerima diskualifikasi karena masalah administrasi.

Kemudian ada Bali Devata yang bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) pada tahun 2013 namun tidak bertahan lama. Lalu ada juga Persegi Gianyar yang menjadi tim terdahulu ber-homebase di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Tim ini juga sudah tidak ada kabarnya. Padahal, beberapa pemain hebat pernah singgah di tim ini, seperti Carlos De Mello yang pernah membawa juara Persebaya dan PSM di Liga Indonesia.

Ada juga Muhammad Ridwan yang saat itu baru pulang membela Timnas Indonesia di ajang Sea Games 2003. Bahkan, sang asisten pelatih kiper Bali United saat ini, Kadek Wardana pernah berseragam di tim ini. Sayang, ketika sudah tembus divisi utama, Persegi Gianyar tidak bertahan lama.  

Bali United hadir sejak 2015 membeli lisensi klub dari Persisam Putra Samarinda dengan membawa ekosistem dari 4C yaitu Club, Community, Corporation, and Country. Manajemen yang sehat menjadikan tim ini menjelma menjadi tim yang kokoh di industri sepak bola Indonesia. Segala lini dikembangkan, dari pengembangan pemain muda, basis komunitas suporter yang mendukung kegiatan positif, dan keuangan yang sehat dengan menghadirkan beragam sponsor pendukung.

Pada tahun 2019 resmi menjadi tim sepak bola pertama di Indonesia yang melantai di bursa saham dengan kode “BOLA” dari naungan PT. Bali Bintang Sejahtera, Tbk. Bahkan pada tahun 2022 ini, sektor investasi digitalisasi dalam bentuk NFT tidak terlewatkan oleh Bali United. Tim ini menjadi yang pertama menghadirkan NFT yang bernama Baliverse.

Gelar juara Liga 1 2019 menjadi awal pembuktian kesuksesan sebuah tim yang dikelola dengan baik. Sempat terhentinya kompetisi di musim 2020 tidak menyurutkan semangat Serdadu Tridatu. Terbukti, tim asal pulau dewata ini kembali mempertahankan gelar juara di musim 2021/2022 sekaligus mengukir sejarah untuk pulau Bali.

Saat ini, manajemen sedang membangun Training Centre untuk pengembangan tim agar semakin lebih baik. Pusat sarana olahraga milik pribadi ini berlokasi di Pantai Purnama, Gianyar. Setelah melahirkan sejarah untuk Bali United, kini saatnya impian-impian lainnya harus terus dikembangkan, salah satunya menciptakan tim yang mampu bersaing di kompetisi Asia. Terus berproses dan semangat berjuang Serdadu Tridatu!

 

 

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS