7 November 2022

SIASAT COACH MADE PASEK BAWA SKUAD BALI UNITED U-20 TETAP SEMANGAT MENJALANI LATIHAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN KOMPETISI 

Kompetisi sepak bola di Indonesia mulai dari level profesional hingga junior sampai saat ini masih belum bergulir. Semuanya terhenti semenjak Tragedi Kanjuruhan pada awal bulan Oktober lalu.

Satu bulan sudah seluruh pecinta sepak bola nasional merasakan kehampaan akibat tidak adanya hiburan dari berbagai pertandingan seru. Semuanya terhenti dengan tanpa adanya kejelasan pasti.

Hal tersebut tentu tidaklah ideal, bukan hanya bagi suporter, tetapi juga untuk para pemain. Tanpa adanya kejelasan dimulainya kompetisi secara normal, pesepak bola tentu rentan merasakan kejenuhan.

Program latihan yang terus berjalan tanpa adanya pertandingan setiap pekannya sangat mungkin meningkatkan rasa bosan dalam setiap individu. Memang ada sejumlah tim yang meliburkan skuadnya, tetapi banyak juga yang memilih tetap berlatih.

Salah satu tim yang memutuskan untuk terus berlatih bersama adalah Bali United. Baik di level senior maupun junior, skuad Serdadu Tridatu masing-masing kompak menjalankan agendanya.

Secara khusus, skuad Bali United dalam hal ini kategori U-20 terus berlatih dalam rangka menatap agenda Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20. Sejatinya, perjalanan skuad Serdadu Tridatu Muda sudah dimulai sejak 15 Oktober lalu dan berakhir pada 26 Februari 2023 mendatang.

Namun, akibat masih diberhentikannya seluruh kompetisi sepak bola di Tanah Air, EPA Liga 1 U-20 ini terkena imbasnya. Bahkan hingga saat ini, belum ada kepastian terkait dimulainya ajang bergengsi bagi pesepak bola muda itu.

Hal tersebut pun secara tidak langsung memengaruhi program latihan seluruh klub pesertanya, tidak terkecuali Bali United U-20. Di mana, akibat ketidakjelasan dimulainya EPA Liga 1 U-20, jajaran tim pelatih harus memutar otak dalam menyusun agenda tim.

Semuanya tentu dilakukan agar meminimalisir kemungkinan adanya kejenuhan yang menghinggapi Made Tito dan kolega.

Pelatih kepala Bali United U-20, Made Pasek Wijaya pun mengakui bahwa skuadnya mulai dihinggapi rasa jenuh dalam berlatih. Namun, hal tersebut sudah coba diantisipasi olehnya beserta jajaran pelatih lain.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan variasi baru sekaligus keceriaan dalam setiap sesi latihan Bali United U-20.

“Saya merasakan bahwa pemain sudah mulai merasakan kejenuhan dalam latihan. Namun, saya bersama jajaran pelatih sudah membuat program latihan dengan penuh kegembiraan. Dalam seminggu kami membuat lima kali latihan dan dua kali libur,” ungkap Coach Pasek.

Kejenuhan dalam berlatih ditengah status penundaan kompetisi sepak bola tidak hanya dialami oleh Bali United U-20 saja. Hal yang sama pun terjadi di skuad senior.

Untuk mengatasi hal tersebut, jajaran tim pelatih senior dalam hal ini pelatih fisik yakni Coach Yogie Nugraha memiliki siasat tersendiri. Hampir serupa, sesi latihan rutin skuad Bali United lebih cenderung diselingi dengan game ringan antarpemain.

“Di dalam latihan pun kami menyiasati pemain dengan fun game agar mereka tidak merasa jenuh di dalam sebuah latihan. Karena sekali lagi, dengan tidak adanya kepastinannya kompetisi pasti berpengaruh ke mental pemain," pungkas Coach Yogie.

Semoga saja seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia baik level senior hingga junior dapat segera bergulir dengan normal kembali.

Tetap semangat dan fokus berlatih!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS