8 November 2017

SUPORTER BALI UNITED UTARAKAN RASA KECEWA SOAL KEPUTUSAN KOMDIS PSSI

    Hasil Komisi Disiplin PSSI yang menyatakan bila Mitra Kukar harus dihukum dengan kekalahan 0-3 atas Bhayangkara FC benar-benar membuat banyak pihak geram. Setelah sebelumnya membuat para pemain dan tim pelatih Bali United angkat suara, kali ini giliran perwakilan suporter Bali United yang bereaksi.
    I Nyoman Suharta, penasehat Brigaz Bali mengaku sangat heran dengan apa yang menjadi keputusan Komdis PSSI. Ia mengatakan harusnya apabila memang Sissoko masih dalam masa larangan bermain saat itu, maka pihak terkait harus melakukan pengecekan secara jelas.
    "Kalau memang profesional, mengapa tidak melakukan pengecekan sebelum pertandingan? Mengapa tidak sebelum pertandingan adanya protes terkait dimainkannya Sissoko? Selain itu apabila memang Mitra Kukar yang dinyatakan bersalah akan hal tersebut, mengapa tidak Mitra Kukar yang mendapat hukuman pengurangan poin?," tanya Nyoman Suharta.
    "Lihat bagaimana perjuangan para pemain di lapangan, serta jajaran manajemen dan juga suporter saat mendukung Bali United. Banyak tenaga dan materi yang dihabiskan untuk itu. Apa yang terjadi saat ini bisa saya katakan seperti sesuatu yang sewenang-wenang terhadap Bali United," imbuh Nyoman Suharta.
    Hal senada juga disampaikan pentolan Semeton Dewata Tribun Timur, Putu Sariada. Dengan tegas ia mengatakan ada sesuatu yang aneh apabila melihat keputusan yang diambil Komdis PSSI.
    "Ini kompetisi profesional. Saya rasa masalah pemain yang terkena akumulasi kartu seperti saat ini tidak akan terjadi apabila memang kompetisi ini dikelola secara profesional. Apa yang terjadi saat ini benar-benar membuat orang berfikir bila ada pihak yang sengaja menjegal langkah Bali United menjadi juara," kata Putu Sariada.
    Sementara itu salah satu anggota North Side Boys 12 (NSB12) juga mengutarakan rasa kecewanya atas keputusan yang diambil Komdis PSSI. Ia menyebut bila keputusan tersebut membuat kemenangan susah payah atas PSM tidak berarti.
    "Jujur ketika melihat gol Lilipaly ke gawang PSM lalu, kami sampai menangis terharu. Namun ketika ada pemberitaan seperti ini, kami benar-benar kecewa. Rekan-rekan yang sudah menyiapkan koreo di pertandingan terkahir nanti juga mendadak lemas dengan pemberitaan tersebut. Tidak ada yang bisa kami sampaikan lagi selain berharap manajemen bergerak untuk melakukan banding atas keputusan Komdis PSSI," ujar salah satu pentolan NSB12.

Related News


Tinggalkan Balasan

AGUNG

Semua sudah disekenario…menjegal BU…

SPONSORS
MEDIA PARTNERS