22 October 2022

TERUS BERLATIH DI TENGAH JEDA KOMPETISI, PENGALAMAN INI JADI ALASANNYA!

Seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia saat ini masih dalam status penundaan sementara pasca tragedi memilukan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang awal Oktober lalu. Mulai dari level profesional hingga junior semuanya berhenti.

Kini, tidak terasa sudah memasuki pekan ketiga tanpa adanya pertandingan sepak bola di Tanah Air. Semuanya terhenti sementara untuk memberikan waktu sekaligus dukungan agar pengusutan serta investigasi pasca Tragedi Kanjuruhan dapat berlangsung dengan lancar.

Salah satu kompetisi yang terhenti selepas Tragedi Kanjuruhan adalah BRI Liga 1 2022/2023. Ajang pertarungan klub elit di Indonesia ini menunda seluruh laga tepat setelah memainkan 11 pertandingan awal musim.

Berhentinya BRI Liga 1 sampai waktu yang belum bisa ditentukan ini pun membuat klub kontestan mengambil sikap yang berbeda. Ada yang memilih meliburkan diri dan banyak juga yang tetap terus berlatih rutin.

Bali United menjadi salah satu klub yang memilih untuk tetap mengadakan latihan bersama di tengah ketidakpastian dimulainya liga. Meskipun tetap memberikan jatah libur bagi penggawanya kala memasuki akhir pekan, tetapi secara keseluruhan, skuad Serdadu Tridatu masih rutin “memanaskan mesin”.

Skuad juara bertahan BRI Liga 1 ini pun kompak melakoni berbagai menu latihan fisik, taktikal, dan teknik di atas lapangan hijau. Tidak hanya itu, Fadil dan kolega juga sesekali menjalani sesi fun game untuk mengusir kejenuhan intensitas latihan.

Meskipun kejelasan kembalinya lanjutan kompetisi pekan 12 Liga 1 belum terdengar hingga hari ini, tetapi Ilija Spasojevic dan kolega nampak menikmati setiap sesi latihan yang dijalani.

Pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra pun mengungkapkan alasan di balik skuadnya yang tetap rutin menggelar latihan bersama.

Ternyata, pelatih asal Brasil ini menjadikan pengalaman buruk berhentinya kompetisi sepak bola nasional selama dua tahun akibat pandemi Covid-19 sebagai refleksi. Ia tidak ingin kondisi fisik dan mental skuadnya menurun ketika jeda kompetisi tahun ini.

Tidak hanya itu, pelatih kolektor tiga gelar juara liga Indonesia ini pun ingin menjaga momentum baik yang sudah mulai melingkupi skuadnya.

"Pada masa Covid-19, kami hampir dua tahun tidak bermain bola di Indonesia. Menurut saya, jika harus lebih lama lagi tanpa sepak bola itu tidak bagus. Karena akan lebih susah untuk memberikan latihan bagi pemain. Semua konsentrasi dan momentum hilang. Semuanya harus berjalan. Kami dari pelatih dan pemain minimal harus tetap berlatih dan tidak boleh tidak berlatih ataupun bubar. Karena menurut saya, pemain membutuhkan fisik yang bugar untuk bermain. Ketika mereka tidak bermain seperti dua tahun lalu, pasti banyak pemain yang bisa cedera dan kualitas sepak bola pasti menurun. Kita semua harus menaikkan level dari liga dan itu harus berlatih," ungkap Coach Teco.

Selaras dengan sang pelatih kepala, juru fisik Serdadu Tridatu, Yogie Nugraha mengungkapkan bila sesi latihan fisik terkadang diselingi dengan beberapa materi fun game untuk mengusir kejenuhan para pemain. 

"Terkadang memang kami dari tim pelatih di sela latihan fisik juga diselingi beberapa materi latihan yang fun game. Hal ini demi mengusir kejenuhan para pemain di tengah berhentinya kompetisi Liga 1 saat ini," jelas mantan pelatih fisik Persija Jakarta ini. 

Selain terus melakoni latihan rutin, skuad Bali United juga tengah menjajaki kemungkinan mengadakan laga uji coba dengan tim Bali United U-20 sembari menunggu kabar terbaru perihal pelaksanaan kompetisi di Indonesia kembali bergulir.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS