26 December 2018

TRADISI MENYAMBUT GALUNGAN YANG TETAP TERJAGA DALAM KELUARGA BESAR BALI UNITED

    Hari Raya Galungan tentunya merupakan hari yang sudah dinantikan umat Hindu terutama yang berada di Bali. Dalam momentum Hari Raya Galungan ini, mereka bisa manfaatkan dengan bersembahyang dan berkumpul dengan keluarga besar dikampung halaman. Selain itu ada juga tradisi-tradisi yang sangat sayang untuk dilewatkan menjelang Galungan. Itu juga yang terjadi dalam keluarga besar Bali United.
    Ya, dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini, manajemen tim Serdadu Tridatu kembali menjalankan tradisi yang sudah bertahun-tahun dijalankan secara rutin setiap enam bulan sekali.
    Manajemen Bali United memotong tiga ekor babi untuk dibagikan kepada para pemain, tim pelatih, dan official yang beragama Hindu. Tidak lupa juga manajemen Bali United membagikan daging babi untuk anggota panpel yang turut serta membantu menyukseskan setiap laga kandang Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Selain itu keluarga besar Bali United juga "ngejot" daging babi untuk warga sekitar mess Bali United di daerah Legian.
    Selain membagikan daging babi, keluarga besar Bali United juga bergotong royong membuat penjor untuk dipasang di depan mess Bali United. Seperti yang diketahui bersama, penjor merupakan Tiang bambu panjang yang menjulang tinggi kemudian dihiasi dengan daun kelapa. Penjor adalah simbol dari Naga Basukih, dimana Basukih memiliki arti yaitu kesejahteraan dan kemakmuran.
    Terlihat para pemain yang beragama Hindu seperti Agus Nova, Made Andhika, Kadek Agung Widnyana hingga Nyoman Sukarja bersama beberapa official sangat antusias merakit penjor hingga bisa berdiri dengan cantik di depan mess dan kantor baru Bali United.
    Nyoman Sukarja yang sudah bergabung dengan tim Serdadu Tridatu sejak tim ini berdiri mengaku sangat senang dengan tetap berjalannya tradisi jelang Galungan dalam tim Bali United. Ia pun mengaku hal tersebut bisa semakin mempererat rasa persaudaraan antar sesama anggota tim.
    "Yang pasti senang karena tradisi menyambut Galungan dalam tim ini tetap berjalan sampai sekarang. Ini bagus untuk kami untuk mempererat tali persaudaraan satu sama lain. Biasanya rekan pemain non Hindu juga ikut membantu membuat penjor, tapi karena kompetisi sudah selesai, jadi mereka sudah pulang ke kampung masing-masing," ujar Sukarja.
Keluarga besar Bali United mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan untuk semeton Hindu se-Dharma. Astungkara kebaikan selalu menyertai kita semua.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS