17 June 2022

UJI COBA HADAPI TIMNAS TIMOR LESTE JADI AJANG BALI UNITED WOMEN GAUNGKAN KEMBALI KOMPETISI LIGA PUTRI

Kompetisi sepak bola wanita Indonesia sudah lama berhenti bergulir akibat pandemi Covid-19.

Liga 1 Putri yang merupakan ajang kasta tertinggi sepak bola wanita ini telah tertidur lelap selama hampir tiga tahun.

Berbanding terbalik dengan kondisi Liga 1 putra yang di tahun 2022 ini malah akan bersiap memasuki gelaran musim keduanya pasca rehat akibat pandemi.

Tahun 2021 silam sempat ada secercah harapan lewat rencana digulirkannya Liga 1 Putri serta Piala Pertiwi. Namun, wacana tersebut urung dilaksanakan dan harus ditunda.

Setahun berselang, rencana tersebut kembali terdengar, bulan Agustus pun dipilih sebagai waktu pelaksanaan Liga 1 Putri. Namun sekali lagi, itu masih berupa wacana.

Meskipun masih belum pasti, tetapi hal tersebut kembali menumbuhkan optimisme bagi sepak bola wanita Indonesia. Termasuk bagi tim Bali United Women.

Melalui laga uji coba menghadapi Timnas Putri Timor Leste (16/6) yang tengah bersiap untuk Piala AFF Wanita, skuad Srikandi Tridatu berusaha kembali menggaungkan pentingnya kompetisi yang berkelanjutan bagi kaum hawa ini di Indonesia.

Pelatih Bali United Women, Sandhika Pratama pun berpendapat jika ingin memajukan sepak bola wanita Indonesia, salah satu caranya adalah dengan kembali menggulirkan kompetisi.

“Sangat perlu adanya kompetisi Liga 1 Putri dan alangkah baiknya untuk kembali diputar ke depannya supaya sepak bola putri kita bisa maju di tingkat Asia maupun dunia,” ujar Coach Sandhika.

Lebih lanjut, menurut Coach Sandhika, kompetisi sepak bola wanita kelompok usia juga penting untuk digelar.

Sebab, dengan adanya kompetisi dan pembibitan usia muda yang merupakan akar, maka akan menciptakan pesepak bola putri yang berkualitas.

“Menurut saya, sepak bola putri kita memang cukup tertinggal dari negara-negara lain dan mungkin Coach Rudy Eka (pelatih Timnas Putri Indonesia) juga tahu seperti apa kondisinya. Itu memang harus dari dasar untuk membentuk timnas putri yang kuat. Karena sebetulnya tidak hanya dari Liga 1 saja, tetapi dari grassroot (akar) benar-benar harus terbentuk untuk pembibitan. Baru kemudian bisa bicara ke level yang lebih tinggi,” jelas Coach Sandhika.

Pertandingan ini sendiri menjadi kali pertama skuad Bali United Women bertanding setelah terakhir kali pada November 2019 silam menghadapi Arema FC Putri.

Dalam laga uji coba yang digelar di Training Center kawasan Pantai Purnama ini sekaligus menjadi tahap awal bagi jajaran pelatih untuk menemukan kerangka tim menyambut Liga 1 Putri.

Sebab, pada pertandingan menghadapi The Rising Sun –julukan Timnas Timor Leste- Bali United Women masih mengandalkan sejumlah pemain dari berbagai komunitas sepak bola putri yang ada di Bali.

Manajer tim Bali United Women, Richie Kurniawan pun menuturkan akan mengadakan seleksi terbuka untuk menjaring pemain bagi Srikandi Tridatu jika sudah mengantongi jadwal pasti kompetisi Liga 1 Putri musim ini.

“Pertandingan uji coba ini menjadi tahap awal untuk pembentukan kerangka tim jelang Liga 1 Putri. Kedepannya kami juga akan mengadakan seleksi terbuka untuk mencari pemain tim Bali United Women. Namun, kami masih menunggu informasi pasti terkait kapan liga akan kembali digelar,” jelas Richie.

Bali United Women sendiri mendapat pengalaman berharga dari laga menghadapi Timnas Putri Timor Leste yang memiliki persiapan lebih matang.

Semoga saja segera ada kepastian terkait kompetisi Liga 1 Putri musim ini. Mengingat sepak bola wanita memiliki potensi yang sama besarnya dengan pria.

Semangat terus Bali United Women!

 

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS