3 July 2022

AFC CUP 2022 SUKSES DIGELAR, STADION DIPTA MENJADI SOROTAN, APA ITU? 

Stadion Kapten I Wayan Dipta resmi ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan seluruh laga fase grup G AFC Cup 2022 kali lalu. Hal tersebut secara otomatis menjadikan Bali United sebagai tuan rumah kompetisi elit antarklub Asia ini.

Melalui surat resmi dari AFC tanggal 24 Februari lalu, sebanyak tiga pertandingan yang mempertemukan Bali United, Kedah Darul Aman FC (Malaysia), Visakha FC (Kamboja), dan Kaya FC Iloilo (Filipina) dimainkan di stadion yang berlokasi di Gianyar ini. Sejak hari pertama fase grup mulai tanggal 24 Juni hingga laga penutup pada 30 Juni, seluruh laga berlangsung dengan sukses.

Stadion yang berkapasitas 13.000 penonton ini berhasil menjadi tuan rumah yang baik. Seluruh fasilitas yang ada mulai dari tribun, akses jalan, parkir luas, penerangan, hingga beragam ruang penunjang kelancaran jalannya pertandingan dapat digunakan dengan baik.

Namun, dari sekian fasilitas yang tersedia, ada satu yang mencuri perhatian, yakni lapangan pertandingan. Arena pertarungan dua kesebelasan ini nampak begitu memesona. Seluruh bagian terlihat begitu hijau dan tambahan pola bergaris vertikal semakin memanjakan pandangan penonton yang hadir secara langsung.

Selain indah secara visual, lapangan Stadion Dipta tidak kehilangan fungsi utamanya, yaitu memberikan kenyamanan bagi para pemain yang tengah bertanding. Dengan kontur tanah rata di segala sisi, 22 penggawa tim yang berlaga mampu menunjukkan aksi terbaiknya.

Lapangan berstandar FIFA ini pun terbukti tahan uji terhadap cuaca. Hujan deras yang sempat mengguyur seputaran Kabupaten Gianyar terutama pada dua laga perdana fase grup pada 24 Juni lalu tidak membuat lapangan terendam air.

Pertandingan yang mempertemukan antara Visakha FC dengan Kaya FC serta Bali United menghadapi Kedah FC dapat tetap terlaksana dengan lancar. Seluruh klub bisa memainkan taktik terbaiknya dan setiap pemain mampu mengalirkan bola tanpa terhambat oleh kubangan air.

Hal tersebut tentu menjadi suatu pertanda kemajuan pada stadion di Indonesia, sebab umumnya ketika hujan deras turun, lapangan akan berubah menjadi kubangan air.

I Ketut Suantika selaku perwakilan dari manajemen Bali United pun membocorkan rahasia apiknya kualitas lapangan di Stadion Kapten I Wayan Dipta ini.

Pria yang akrab disapa Rojax tersebut mengungkapkan bahwa kunci utamanya terletak pada peremajaan sistem drainase. Dengan penyaluran air yang sesuai standar, maka akan mencegah adanya genangan di atas lapangan.

"Yang pasti karena drainase sudah baru dan kontur lapangan juga sudah diperbaiki, sehingga tidak bergelombang dan tidak tergenang air," ungkap Rojax.

Sebelum memulai ajang AFC Cup, Rojax beserta tim juga telah melakukan serangkaian persiapan intensif agar seluruh laga dapat berjalan lancar.

“Yang membedakan pastinya untuk lapangan ada dari drainase dan rumput. Sebelum AFC Cup, kami selaku pengelola juga memperbaiki level dengan men-top dress (perataan permukaan) lapangan dan melakukan perawatan yang intensif,” sambung Rojax.

Lebih lanjut, Rojax turut menegaskan bahwa kunci utama apiknya kualitas lapangan adalah perawatan berkala dan bukan hanya masalah pemilihan rumput.

"Kalau rumput itu tidak berpengaruh, karena setiap lapangan di stadion bola zaman sekarang rata-rata sudah menggunakan rumput jenis Zoysia Matrella. Saat ini semuanya tergantung pada proses perawatannya,” tegas Rojax.

AFC Cup sendiri menjadi ujian pertama bagi Stadion Kapten I Wayan Dipta dalam menggelar kompetisi sepak bola level internasional. Masih ada satu ajang besar yang menanti, yakni Piala Dunia U-20 pada tahun 2023 mendatang.

Meski telah sukses menjadi tuan rumah AFC Cup 2022, Stadion Dipta masih perlu mendapat beragam perbaikan lanjutan agar semakin siap menyambut Piala Dunia U-20.

“Kami masih melakukan perbaikan, terutama pada level tanah di bagian pinggir atau garis lapangan di posisi asisten wasit. Di sana kontur lapangan lebih rendah. Selain itu, terdapat perbaikan sprinkler (penyemprot air),” tutup Rojax.

Stadion Kapten I Wayan Dipta sendiri menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 bersama Stadion Gelora Jakabaring (Palembang), Stadion Manahan Solo, Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta).

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS