12 November 2022

BREAKING NEWS! RUMPUT STADION DIPTA PEROLEH NILAI EXCELENT DARI LABOSPORT UNTUK AJANG INTERNASIONAL

Kabar terbaru datang untuk Bali United jelang persiapan menuju Piala Dunia U-20. Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar yang menjadi salah satu venue penyelenggaraan Piala Dunia U-20 mendapat penilaian dari Labosport perihal kualitas rumput dari stadion Dipta.

Labosport adalah konsultan independen terbesar di dunia dalam bidang sarana dan prasarana olahraga. Misi dari Labosport sendiri adalah meningkatkan kualitas infrastruktur olahraga di dunia. Lebih dari 80% venue dengan standar internasional di dunia ini berdiri berkat keterlibatan Labosport.

Konsultan yang merupakan mitra KONI Pusat tersebut akan membantu tertibnya sertifikasi sarana dan prasarana bahkan dengan standar internasional. Hal tersebut menjadi kebutuhan ketika merencanakan menggelar event internasional.

Hasil laporan penelitian Labosport menjadi dasar federasi internasional dalam hal ini FIFA menerbitkan sertifikasi. Sertifikasi yang diterbitkan biasanya berlaku 1 sampai 5 tahun yang dapat diperpanjang dengan inspeksi ulang oleh Labosport. Selain itu, Labosport juga akan memberikan supervisi, edukasi dan bimbingan agar ketahanan dari kualitas fisik dapat bertahan lama.

Salah satu penilaian Labosport yang telah dilakukan pada bulan September lalu menilai stadion Dipta adalah sarana rumput stadion. Rumput yang digunakan dalam lapangan Stadion Dipta ini adalah zoysia matrella atau yang lazim dikenal sebagai rumput Manila, berasal dari keluarga Poaceae. Jenis rumput ini tumbuh dan berkembang di wilayah Asia.

Dikutip dari beberapa jurnal ilmiah botani, rumput Zoysia matrella memiliki ciri daun yang rucing, warna hijau pekat, dan rigiditas yang rapat. Dilengkapi akar yang kuat membuat rumput jenis ini aman ketika bersentuhan langsung dengan sepul sepatu sepak bola.

Zoysia matrella biasanya ditanam menggunakan media pasir dan juga memiliki tingkat elistisitas yang sangat baik. Dengan demikian, aliran bola sempurna menggelinding tanpa mengurangi kecepatannya karena tekstur akarnya sangat kuat.

Adapun penilaian Labosport terhadap kualitas rumput stadion Dipta di bagi dalam beberapa penilaian. Pertama, perihal keterbatasan potensi yang terjadi terhadap rumput ketika pertandingan yaitu mulai dari bahan organik permukaan yang tinggi dalam membatasi lemparan bola, pantulan bola dan penyebab lecetnya  permukaan selama pertandingan mendapat penilaian 4 atau Good Standar.

Kemudian dari sisi kekuatan rumput stadion Dipta mulai dari dasar hingga penutup rumput di seluruh permukaan. Mulai dinilai permukaan rumput yang sangat baik, penutup rumput yang padat, dan sistem rimpang rumput yang kuat dengan zona akar lempung berpasir. Bagaimana rumput bisa menghadapi tantangan hama dan penyakit seperti belatung, semut dan cacing tanah yang masuk kategori Good. Kemudian warna padang rumput dan kesehatan tanah yang masuk dalam kategori luar biasa atau Excelent.

Secara keseluruhan, penilaian Labosport terhadap rumput stadion Dipta di angka 3 dan 4 yaitu Good dan Excelent dan masuk pada penilaian 94% kualitas rumput yang mendekati target dari Labosport di angka 95% kualitas rumput.

Tentu ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi Bali United yang memiliki markas dengan rumput yang siap menyambut kompetisi internasional. Perwakilan manajemen Bali United, Richie Kurniawan menyambut dengan gembira kabar penilaian Labosport untuk rumput stadion Dipta dan menjadi sebuah prestasi baru bagi tim profesional dari Bali.

“Pastinya ini adalah kabar baik untuk Bali United dan para suporter tim ini. Kita memiliki kualitas rumput yang dinilai masuk kategori sangat baik dan luar biasa. Semoga ini menjadi prestasi membanggakan dan motivasi bagi Bali United untuk terus berbenah menuju yang lebih baik. Bukan hanya dari segi sarana dan prasarana, melainkan berbagai faktor penunjang klub Bali United. Semua tentu perlu usaha dan dukungan baik dari klub itu sendiri dan juga para pendukung setia Bali United,” jelas Richie Kurniawan yang juga menjabat sebagai General Coordinator stadion Dipta.

Usaha tidak mengkhianati hasil. Apa yang menjadi penilaian Labosport perihal kualitas rumput tentu tidak terlepas dari seorang Groundsman stadion Dipta. Selain berkat dukungan manajemen dan pemberian pelayanan terbaik untuk stakeholder dari Bali United, peran Groundsman dalam menjaga tumbuh kembangnya rumput patut diapresiasi.

Dia adalah I Ketut Karjaya alias Pak Petruk, sosok dibalik hidup dan berkembangnya rumput stadion Dipta. Jenis rumput zoysia matrella bisa dibilang rumput manja karena harus disiram setiap hari ditambah pemberian pupuk. Rumput tersebut juga minimal harus dipangkas setiap dua pekan dan dianjurkan hanya dipakai untuk pertandingan sepak bola.

“Saya selalu menyiram rumput setiap hari, memotong rumput harus tiga kali dalam seminggu dan pemberian pupuk setiap bulan. Ini untuk menjaga agar rumput tetap terjaga,” jelas Pak Petruk yang mendapat ilmu dengan Direktur PT Harapan Jaya Lestarindo, Bapak Marwoto.

Terima kasih Labosport atas penilaianmu terhadap kualitas dari rumput stadion Dipta. Tentu ini menjadi prestasi yang membanggakan untuk pulau Bali. Semoga penilaian ini menjadi motivasi untuk tetap menjaga kualitas rumput dan berbagai sarana prasarana milik stadion Dipta demi menyambut Piala Dunia U-20 dan berbagai kompetisi sepak bola nasional dan internasional.

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS