22 November 2022

CEO BALI UNITED, HADIRI KEGIATAN LEAGUE DEVELOPMENT PROGRAM DARI UEFA, YABES TANURI: ADA BANYAK HAL BARU!  

Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri turut serta dalam kegiatan UEFA Assist yang bertema League Development Program (LDP) terkait pengembangan liga dan workshop peningkatan kapasitas klub pada 19-22 November 2022 di Hotel Century, Jakarta.

Ini merupakan acara dari PSSI yang berkolaborasi dengan UEFA untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pengembangan liga dan kapasitas klub yang berkompetisi.

Adapun peserta yang ikut dalam pertemuan ini adalah perwakilan klub Liga 1 2022/2023, PSSI dan operator Liga, PT LIB.

Sementara untuk Perwakilan dari EUFA antara lain Eva Pasquier selaku Head of International Relations UEFA, Stuart Robert Larman selaku UEFA Assist Expert dan Kenny MacLeod sebagai UEFA Assist Expert.

Topik yang dibahas dalam pertemuan ini seperti tata kelola operasional dan bisnis klub, pengembangan teknik, manajemen keuangan, brand klub serta komunikasi fans, operasional hari pertandingan serta manajemen venue dan perencanaan operasional.

Eva Pasquier mengatakan bola progoram LDP adalah salah satu program yang ditawarkan oleh UEFA.

Program ini menjelaskan tentang bagaimana mengembangakan klub, memberikan alat dan wewenang untuk menjalankan bisnis dengan lebih efisien dan profesional.

“Kita tahu bahwa sepak bola adalah olahraga yang paling populer dan sangat kuat, semua orang menyukai sepak bola. Namun sepak bola Indonesia mengalami masa-masa sulit dalam lima tahun terakhir, mulai dari pembekuan Federasi, kemudian covid-19 melanda, dan baru-baru ini tragedi Kanjuruhan yang terjadi bulan lalu. Tapi kami percaya bahwa dengan kekuatan dan kecintaan negara Indonesia pada sepak bola, serta usaha federasi dan klub untuk mengatasi kesulitan tersebut, sepak bola Indonesia akan kembali lagi ke tempatnya semula, yaitu di atas,” kata Eva Pasquier.

Selanjutnya, peran Club Licensing yang selama ini dilakukan oleh klub peserta Liga 1 menjadi salah satu contoh nyata peningkatan sebuah klub untuk berada di jalur profesional.

Bali United sendiri menjadi klub yang mampu memiliki nilai baik terhadap penilaian Club Licensing dengan beragam pengembangan sebuah tim sepak bola profesional.

“Ada banyak klub di Indonesia yang sudah dalam kondisi pengembangan yang cukup baik, tentunya kami berharap dapat membantu beberapa klub lainnya untuk maju ke level yang lebih tinggi. Menurut saya alat terbaik yang kami lihat di negara mana pun yang mencoba memprofesionalkan klub mereka adalah melalui Club Licensing, dan kami berharap Club Licensing dapat ditingkatkan dan diterapkan dengan baik oleh klub. Kita juga harus melihat bagaimana liga dan klub dapat menghasilkan pendapatan yang lebih beragam untuk dapat diinvestasikan dalam pengembangan pemain dan pengembangan tim utama,” tambah Stuart Robert Larman.

Sementara itu, CEO Bali United, Yabes Tanuri mengatakan bila kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut membawa pemahaman baru buat klub sepak bola di Indonesia.

Hal yang diperoleh seperti pengembangan manajemen, keuangan, sebuah brand klub dan masih banyak lagi. Tentunya UEFA memberikan sesuatu yang baru untuk arah sepak bola Indonesia lebih berkembang.

“Banyak hal yang diperoleh dari workshop bersama UEFA, mulai dari manajemen, finance, brand dan hal lainnya agar sebuah klub sepak bola di Indonesia berkembang lebih maju. Apalagi semua orang mengetahui bila UEFA memiliki liga terbaik di seluruh dunia, untuk itu banyak yang bisa dipelajari,” jelas Yabes Tanuri.

Selain pemahaman yang disampaikan oleh CEO Bali United tersebut, ternyata pengembangan pemain muda juga menjadi atensi UEFA untuk setiap klub di Indonesia bisa memperhatikan bidang ini.

Itu tidak terlepas dari pengembangan bakat pemain muda agar sebuah klub sukses menghadirkan pemain baru profesional di masa depan.

“Pengembangan sebuah tim dari sebelumnya bisa menjadi lebih baik kedepannya, salah satunya juga dibahas mengenai youth development atau pengembangan pemain muda. Kita akan berusaha untuk menerapkan semua hal dari UEFA untuk kemajuan Bali United,” tambah Yabes Tanuri.

Sejauh ini Bali United yang baru berumur 7 tahun sudah pelan-pelan menerapkan beragam pengembangan sebuah klub untuk maju dan profesional.

Mulai dari sektor bisnis yang berjalan, dan melantai di bursa saham dengan kode “BOLA”, di bawah naungan PT. Bali Bintang Sejahtera, Tbk.

Seakan ingin terus berkembang dan menjadi klub yang berbeda, Bali United menyadari perkembangan industri digital saat ini kian tumbuh berkembang.

Kehadiran teknologi blockchain dan cryptocurrency yang mampu memberikan perubahan baru dari sisi teknologi hingga investasi membuat tim ini menjadi yang pertama menghadirkan NFT yang bernama Baliverse pada tahun 2022.

Bali United kembali mencoba menjadi pelopor dan menemukan kecocokan untuk BOLA melalui crypto, NFT, DeFi dan akhirnya masuk ke metaverse. Bali United juga memiliki fan token dengan tiket $BUFC secara eksklusif di aplikasi Socios.com.

Bali United pun memastikan diri setara dengan tim-tim Eropa seperti Paris Saint-Germain (PSG), Barcelona, Valencia, Atletico de Madrid, Manchester City dan Inter Milan.

Sepanjang perkembangan tersebut, Bali United pada musim ini menghadirkan tema "Break The Limit" untuk terus menjadi pelopor bagi tim modern di sepak bola Indonesia.

Prestasi dengan usia klub yang terbilang muda pada tahun 2019 dan 2021/2022 menjadi bukti, tinggal saatnya fokus pada prestasi lain yaitu bersaing di Asia.

Bali United juga tengah membangun pusat Training Center milik klub yang menyediakan fasilitas lapangan latihan, pusat kebugaran, mini tribun dengan ruang pendukung yang memanjakan mata karena berada di pinggir pantai Purnama, Gianyar. Target tahun 2023, kawasan olahraga ini mulai dengan lengkap bisa digunakan sebagai destinasi sport tourism di pulau Bali.

Sumber Foto: PSSI.***

 

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS