30 September 2022

DUA GOL PERSIKABO 1973 BUAT BALI UNITED KEMBALI RAIH HASIL ANTIKLIMAKS

Bali United menutup pertandingan kandang keenam di BRI Liga 1 2022/2023 malam ini (30/9) menghadapi Persikabo 1973 dengan antiklimaks. Usai sempat unggul lebih dahulu, Serdadu Tridatu harus mengakui keunggulan sang tamu.

Pertandingan pun berakhir dengan skor akhir 1-2 untuk keunggulan sang tamu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Leonard Tupamahu sukses membawa Bali United menguasai jalannya babak pertama berkat golnya pada menit ke-24. Selepas itu, Tomoki Wada (48') dan Dimas Drajad (60').

Laga baru memasuki menit pertama, Bali United mendapat peluang pertamanya melalui sepak pojok usai umpan Ardi Idrus membentur bek Persikabo 1973.

Tiga menit berselang Laskar Padjajaran mendapat sepakan bebas menyusul handball Rizky Pellu. Beruntung tendangan Bruno Dybal masih belum menemui sasaran.

Menit ke-8 Bali United berpeluang membuka keunggulan andai saja upaya tusukan yang diakhiri sepakan keras dari Privat Mbarga tidak sedikit melenceng dari gawang Syahrul Trisna.

Privat lagi-lagi menebar ancaman bagi Persikabo 1973. Kali ini aksinya merangsek ke kotak penalti Laskar Padjajaran sempat memberikan kejutan bagi sang tamu. Sayang, sepakan kerasnya melebar tipis di samping gawang.

Kombinasi antara Eber Bessa dan Novri Setiawan menghadirkan ancaman bagi Persikabo 1973 pada menit ke-15. Namun, Spaso yang menjadi tujuan dari umpan Novri belum mampu mencatatkan namanya di papan skor.

Sepakan bebas Fadil menciptakan satu peluang bagi Bali United pada menit ke-22. Umpan terukurnya megarah tepat ke kepala Privat Mbarga yang mampu nenduk dengan sangat baik. Namun sayang, bola masih mampu ditangkap oleh Syahrul Trisna.

Akhirnya, gol yang dinanti-nantikan akhirnya datang pada menit ke-24. Adalah Leonard Tupamahu yang mampu membawa Bali United unggul 1-0 lebih dulu atas Persikabo 1973.

Memanfaatkan situasi panik dalam daerah kotak penalti Andy Setyo dkk, pemilik nomor punggung 32 itu sukses menjebol gawang Laskar Padjajaran. Bali United 1-0 Persikabo 1973.

Kombinasi Ardi Idrus dan Spaso pada menit ke-33 menghadirkan peluang gemilang. Keduanya sama-sama mampu membongkar pertahanan Persikabo 1973. Namun sayang, sepakannya masih melebar.

Penyelamatan krusial dilakukan oleh Ardi Idrus usai rela menghalau bola Persikabo 1973 di dalam gawang hingga gagal masuk menit ke-38.

Nadeo melakukan penyelamatan indah kala menepis sepakan keras dari pemain Laskar Padjajaran pada menit ke-40. Ia terbang ke udara untuk menghalau bola.

Keunggulan 1-0 untuk Bali United bertahan hingga wasit Fariq Hitaba meniup peluit tanda istirahat babak pertama dibunyikan.

Memasuki babak kedua, Bali United dikejutkan dengan gol dari Tomoki Wada pada menit ke-48.

Berkat gol tersebut, Persikabo 1973 menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Bali United pun terlecut untuk kembali unggul. Privat Mbarga mengawali upaya tersebut lewat tandukannya yang sayang masih menghantam mistar gawang Syahrul Trisna.

Serdadu Tridatu mendapat peluang emas lewat tendangan bebas yang berada tepat segaris dengan gawang Persikabo 1973 pada menit 57. Usai Eber bessa dijatuhkan, wasit memberikan tendangan bebas.

Fadil yang maju sebagai eksekutor melepaskan sepakan indah tetapi sayang masih belum mampu mengubah skor.

Bali United melakukan penyegaran pada sektor ujung tombak dengan memasukkan Lerby Eliandry menggantikan Ilija Spasojevic pada menit ke-59.

Persikabo 1973 malah mampu mencetak gol pada menit ke-60 lewat sepakan Dimas Drajad. Pemilik nomor punggung 97 itu membuat Persikabo 1973 untuk sementara unggul 2-1 atas Bali United.

Respon cepat langsung ditunjukkan oleh Bali United. Kali ini melalui sepakan keras dari Privat Mbarga yang sayangnya masih belum menemui sasaran pada menit 61.

Sepanjang menit 65, Bali United terhitung mendapatkan tiga kali sepakan pojok akibat tingginya intensitas serangan Serdadu Tridatu dan kokohnya pertahanan Persikabo 1973.

Bali United hampir kembali kebobolan akibat sepakan Dimas Drajad pada menit ke-70. Beruntung sepakannya masih melenceng di sisi kiri gawang Nadeo Arga Winata.

Serdadu Tridatu melakukan penyesuaian sekaligus guna meningkatkan eksplosivitas utamanya di sisi sayap, Rahmat dimasukkan menggantikan Ardi Idrus menit 71.

Bali United terus berupaya untuk menyamakan kedudukan. Salah satu cara adalah dengan memanfaatkan tendangan sudut.

Tepat pada menit 76, Bali United mendapat kesempatan berharga dari sudut kiri. Fadil yang melepaskan umpan sukses menemui Eber Bessa. Namun sayang, tendangan pemain asal Brasil itu masih melambung.

Menit ke-80 Persikabo 1973 kambali hampir menambah keunggulan usai Tocantins yang lepas dari pengawalan melepaskan bola ke gawang yang kosong. Beruntung, bola tersebut melebar.

Kerja sama apik Fadil, Ricky Fajrin, dan Rahmat kembali menghidupkan gairah. Ricky melepaskan umpan matang kepada Rahmat hasil umpan Fadil belum mampu mengubah angka.

Memasuki menit 83, Bali United langsung melakukan dua pergantian pemain dengan memasukkan Hariono dan Ramdani Lestaluhu untuk menggantikan Fadil serta Rizky Pellu.

Berbagai upaya penyerangan dilakukan oleh Bali United untuk minimal menyamakan kedudukan. Namun sayang, hingga waktu normal berakhir dan tambahan waktu usai, Serdadu Tridatu gagal mencetak tambahan gol.

Peluit panjang berbunyi dan Bali United harus mengakui keunggulan Persikabo 1973 dengan skor akhir 1-2.

Tetap semangat Bali United!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS