22 June 2022

DULU BALL BOY, KINI “LOKAL BOY” BALI UNITED, INI KISAH INSPIRATIF MADE TITO YANG RESMI PROMOSI

Piala Presiden merupakan turnamen pramusim yang mempertemukan 18 klub Liga 1 jelang mengarungi musim baru kompetisi kasta tertinggi sepak bola di Indonesia.

Seluruh tim kontestan akan saling beradu memanaskan skuadnya di ajang yang pertama kali digelar pada tahun 2015 silam.

Turnamen ini sekaligus menjadi ajang setiap pelatih untuk melakukan eksperimen terhadap komposisi dan pola permainan timnya sebelum bertarung di kompetisi yang sesungguhnya, yakni Liga 1.

Rekrutan anyar bahkan pemain muda pun banyak melakukan debut bermain di Piala Presiden ini. Salah satunya adalah gelandang milik Bali United, I Made Tito Wiratama.

Laga Bali United menghadapi Persebaya (20/6) malam lalu menjadi debut pertama Made Tito bersama tim senior setelah dipromosikan dari tim Bali United Youth U-18.

Gelandang belia berusia 18 tahun ini masuk pada menit ke-70 menggantikan Yabes Roni.

Meskipun tergolong bermain singkat selama 20 menit, tetapi ia tetap bersyukur dan bahagia dapat turut membantu Bali United meraih kemenangan perdana berkat skor tipis 1-0 atas Persebaya.

“Pertama, saya bersyukur sudah bergabung dengan tim senior, semua pelatih dan teman-teman yang telah membantu saya sampai saat ini. Tentunya sangat senang bisa debut di tim senior, semoga ini menjadi awal yang baik. Saya juga masih banyak harus belajar kepada para senior di sini, semoga kedepannya saya lebih baik lagi,” jelas Tito.

Siapa yang menyangka bahwa di balik debut manisnya bersama tim senior Bali United, ternyata pemain asal Buleleng ini memiliki cerita menarik.

Made Tito mempunyai kenangan tersendiri dengan ajang Piala Presiden. Sebab, tujuh tahun silam, ia juga pernah mengikuti turnamen ini. Bukan sebagai pemain, melainkan menjadi anak gawang (ball boy).

Piala Presiden 2015 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta adalah saat di mana pemain jebolan Sekolah Sepak Bola (SSB) Mandala United ini bertugas sebagai ball boy.

Dalam setiap pertandingan sepak bola, lazimnya memang menggunakan jasa ball boy dari pemain SSB setempat.

“Pertama menjadi ball boy itu saat match pertama Bali United lawan Persib di Dipta. Setelah itu, SSB saya terus menjadi ball boy hampir di setiap pertandingan kandang Bali United,” kenang Tito.

Pemilik nomor punggung 55 sampai saat ini masih tidak menyangka bisa menembus tim senior Bali United dan bermain dengan pemain yang saat itu hanya bisa dilihatnya dari pinggir lapangan. Bahkan mereka juga menjadi mentornya.

“Jujur tidak menyangka, apalagi bisa masuk ke dalam skuad Bali United adalah mungkin impian seluruh pemain. Kalau waktu itu ada kapten Fadil, Bang Ricky Fajrin, Bang Lerby, dan Bang Yabes Roni,” ujar Tito.

Lebih lanjut, bakat dan potensi pemain yang mengidolakan Brwa Nouri ini memang sudah tercium sejak berada tim Bali United Youth U-16 pada 2018 silam. Ia pun kemudian beranjak menuju ke Bali United Youth U-18 dua tahun berselang.

Bersama Bali United Youth U-18 di bawah asuhan pelatih I Made Pasek Wijaya, pemain berpostur 166 cm ini menjelma menjadi sosok yang tidak tergantikan di sektor tengah skuad Serdadu Tridatu Muda. Gelar juara Elite Pro Academy (EPA) U-18 tahun 2021 pun sukses diraih.

Catatan tersebut tidak lantas membuatnya silau. Namun sebaliknya, gelandang kelahiran tahun 2003 ini ingin mendapat kepercayaan lebih dari Coach Teco. Ia pun optimis dan akan selalu siap jika kembali dipercaya turun pada ajang AFC Cup mendatang.

“Target saya tentu saja memaksimalkan kesempatan yang ada. Kalau saya mendapat minute play, saya harus maksimal untuk bermain,” ungkap Tito.

“Kalo saya pasti optimis. Jika saya diberikan kesempatan bermain, tentu saja akan berusaha maksimal,” tambahnya.

Made Tito sendiri sebelumnya menjalani trial bersama Komang Aryantara. Bahkan di ajang laga persahabatan menghadapi Persis Solo, pemain muda ini juga sempat diturunkan. Kini ia telah resmi menjadi bagian tim senior sebagai salah satu pemain muda. 

Sebagai putra asil Bali, Made Tito tentu berharap akan ada lebih banyak rekan-rekannya yang mampu menembus level senior seperti dirinya.

“Harapannya semoga banyak pemain asli Bali yang bermain di Liga 1 maupun Liga 2, semoga juga banyak teman-teman dari Bali United Youth yang bisa bergabung menjadi bagian tim senior Bali United,” Harap Tito.

Kisah Made Tito dapat menjadi inspirasi bagi semua pesepak bola muda untuk menghargai proses dan tekun berlatih. Nikmatilah jalannya, sebab bukan tidak mungkin idolamu bisa menjadi rekan satu timmu.

Semangat Tito!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS