7 October 2022

INI ALASAN TECO MULAI PERLAHAN BERIKAN KESEMPATAN PEMAIN MUDA DALAM TIMNYA

Bali United menunjukkan progres positif pada awal musim kompetisi 2022. Jika dibandingkan dengan perjalanan pada musim lalu, skuad Serdadu Tridatu mengalami sejumlah peningkatan.

Sebagai contoh, pada kompetisi BRI Liga 1 2022/2023, Bali United menunjukkan peningkatan performa. Hal tersebut ditinjau dari torehan poin yang diraih oleh sang juara bertahan musim ini.

Dari total 11 laga yang telah dilakoni musim ini, Fadil dan kolega sukses mengumpulkan 21 poin hasil tujuh kemenangan dan empat kekalahan.

Sedangkan pada BRI Liga 1 2021/2022, Bali United hanya mengantongi 19 poin hasil dari lima kemenangan, empat imbang, dan dua kekalahan.

Progres tersebut bukan hanya nampak dari jumlah perolehan poin saja. Namun, dalam susunan pemain pula, khususnya dalam hal pemberian kesempatan bermain bagi para pemain muda.

Dari 11 pekan awal BRI Liga 1 2022/2023, para amunisi muda milik Bali United mendapat lebih banyak kesempatan untuk unjuk gigi.

Sejumlah bintang belia sudah mulai mendapatkan jam terbang di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Mereka adalah Gede Agus Mahendra dan Komang Tri Arta.

Musim ini, Gede Agus telah mencatatkan total tiga penampilan dari 11 laga BRI Liga 1. Meskipun lebih banyak tampil sebagai pengganti, tetapi ia mampu tampil disiplin.

Debutnya musim ini dibuka saat Bali United menghadapi Persik (27/8). Masuk pada menit 82 menggantikan Ricky Fajrin, bek kiri ini turut menjaga pertahanan Serdadu Tridatu untuk mengamankan kemenangan sempurna, 4-0.

Kemudian, pada pekan ke-9 BRI Liga 1 2022/2023, alumni Bali United U-18 ini kembali mendapat kepercayaan. Ia bermain selama 14 menit ketika Bali United sukses menang telak 6-0 atas Dewa United (10/9).

Pada pertandingan tersebut, Mahe melakukan tujuh operan yang turut membantu melancarkan aliran bola Serdadu Tridatu ke arah permainan Tangsel Warriors.

Berbekal catatan tersebut, Coach Teco kembali memasukkannya pada menit ke-43 kala menghadapi Persis Solo (15/9). Pada saat itu, situasinya berlangsung lebih sulit baginya maupun Bali United.

Hal tersebut lantaran Serdadu Tridatu tengah dalam kondisi tertinggal 1-0 akibat gol Ryo Matsumura (30’) ditambah kehilangan Andhika Wijaya yang terkena kartu merah.

Coach Teco pun melakukan keputusan berani dengan memasukkan pemilik nomor punggung 66 ini menggantikan Ricky Fajrin.

Sementara itu, Komang Tri juga telah mencicipi kerasnya laga BRI Liga 1 usai menjalani debut saat Bali United menghadapi Dewa United (10/9).

Pada saat itu, pemilik nomor punggung 26 ini masuk menggantikan Haudi Abdillah pada menit 72 dan bermain selama 20 menit, ia tampil solid dengan mencatat enam operan dan satu sapuan bola.

Bermainnya kedua amunisi muda tersebut pada awal musim BRI Liga 1 tentu menjadi catatan apik. Pasalnya, musim lalu, baik Mahe maupun Komang Tri baru mendapatkan kesempatan saat menjelang akhir musim.

Pasalnya pada BRI Liga 1 2021/2022, Mahe hanya bermain satu kali saat pertandingan terakhir melawan Persik (31/3). Sedangkan Komang Tri berlaga sebanyak tiga kali melawan Persiraja (30/11/2021), Madura United (9/12/2021), dan Persik (31/3).

Sebelumnya, di ajang Piala Presiden 2022 lalu, sederet pemain muda Bali United juga mendapat kesempatan bermain. Tepatnya pada laga menghadapi Persebaya (20/6), terdapat tiga amunisi muda yakni Rakasurya Handika, Mahe, dan Made Tito yang mengantarkan Serdadu Tridatu menang tipis 1-0 atas Bajol Ijo.

Melihat para pemain mudanya yang mampu tampil baik setiap diberikan kesempatan tersebut, Coach Teco pun memberikan apresiasi. Sebab, dengan usia yang masih tergolong muda, mereka mampu bersaing ketat dengan para pemain senior dalam tim Bali United.

Pasalnya, setiap lini permainan Serdadu Tridatu dihuni oleh pemain berkualitas dan memiliki kemampuan yang sama apiknya. Maka dari itu, tentu tidak mudah untuk memenangkan tempat dalam susunan starter.

“Rakasurya, Komang Tri, Mahendra, dan Dimas sudah sangat siap bermain untuk tim. Namun, kembali lagi, harus siap bersaing dalam tim. Rakasurya dia sudah sangat siap dan dia bersaing dengan kiper nomor 1 di Indonesia, Nadeo. Persaingan itu tidak mudah. Mahendra bersaing di bek kiri dengan Ricky Fajrin. Menurut saya, Ricky Fajrin adalah bek kiri terbaik di Indonesia. Dimas di posisi striker bersaing dengan Spaso top skor liga dan tim plus Lerby. Tentu tidak mudah untuk dia. Suporter harus mengerti,” jelas Coach Teco.

Lebih lanjut, Coach Teco juga memberikan pesan khusus kepada para pemain muda yang baru mendapat kesempatan promosi ke tim senior musim ini. Mereka adalah I Made Tito Wiratama, dan Komang Aryantara.

Pelatih kolektor tiga gelar juara Liga 1 ini mengingatkan para amunisi mudanya tersebut untuk memiliki jiwa kompetitif dan semangat juang tinggi untuk dapat bersaing sekaligus beradaptasi dalam skuad Bali United.

“Tahun ini, kami mempromosikan dua pemain muda yaitu Tito dan Komang Aryantara (Koming). Mereka harus memiliki proses seperti pemain lain. Mereka harus beradaptasi dengan tim,” tutup Coach Teco.

Dengan masih panjangnya agenda kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 ini, semoga saja seluruh pemain muda Bali United mampu bekerja keras dalam latihan dan unjuk gigi setiap kali mendapat kesempatan bermain.

Maju terus anak muda! Percaya proses!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS