13 July 2022

MATANG DALAM VISI BERMAIN, ANDHIKA WIJAYA SEMAKIN TENANG KETIKA MELAKONI PERTANDINGAN 

Tidak banyak pemain lokal di Liga 1 mampu mendapat kesempatan bermain reguler di klub asal tanah kelahirannya. Kebanyakan dari mereka biasanya akan memilih pergi mengadu nasib ke tim luar daerah.

Setelah malang melintang di berbagai klub besar, lazimnya, kebanyakan dari mereka akan kembali pulang untuk menghabiskan waktu jelang pensiun. Jarang ada anak muda yang mampu menembus skuad utama dan bermain reguler membela tim daerah asalnya.

I Made Andhika Wijaya menjadi salah satu dari sedikit pemain lokal yang beruntung memiliki karier relatif panjang membela tim tanah kelahirannya, Bali United. Total enam tahun Andhika berseragam Serdadu Tridatu sejak tahun 2016 silam.

Berangkat dari tim Bali United Youth, pemain berusia 26 tahun tersebut berhasil menembus skuad senior dan tampil konsisten mengawal lini belakang pertahanan Serdadu Tridatu. Memang, perjalanan kariernya tidaklah mudah.

Banyak jalan terjal yang harus dilalui oleh bapak satu anak tersebut demi bisa berada di titik ini. Salah satunya adalah dalam hal menguasai emosi di lapangan.

Pemilik nomor punggung 33 ini sempat mengalami kesulitan untuk mengontrol emosinya saat berlaga. Wajar saja, sebagai seorang pemain muda apalagi dengan gaya bermainnya yang agresif serta eksplosif, ia jadi mudah terpancing melakukan pelanggaran keras atau tersulut terlibat keributan.

Sepanjang kariernya, total Andhika sudah mengoleksi 21 kartu kuning dan satu kartu merah di semua kompetisi. Hal tersebut tentu membawa kerugian tersendiri bagi dirinya. Sebab, dengan menerima kartu, pemain kelahiran Jakarta ini tidak dapat bermain lepas dan bahkan terpaksa absen akibat akumulasi.

Tentu masih sangat segar dalam ingatan ketika kompetisi pramusim saat Piala Menpora 2021 lalu. Andhika Wijaya menjadi kolektor dua kartu merah secara tidak langsung dalam dua pertandingan yang berbeda di waktu berdekatan pada satu kompetisi berjalan. 

Dua kartu kuning pertama diperoleh saat menghadapi Persib Bandung di babak penyisihan Piala Menpora 2021 (24/3) lalu. Kemudian saat memasuki babak delapan besar, Andhika kembali memperoleh dua  kartu kuning saat menjamu PSS Sleman (12/4/2021). 

Seiring berjalannya waktu, anak kandung dari legenda sepak bola Bali, I Made Pasek Wijaya ini sadar bahwa ia harus berubah. Apalagi dengan dorongan suporter untuk menyadari kepentingan tim lebih utama dibandingkan ego pribadi dalam lapangan.

Semenjak saat itu, pemain yang akrab disapa Otong tersebut memperbaiki gaya permainan serta bisa lebih tenang dalam menjalani pertandingan. Dukungan dari pelatih dan rekan setimnya juga turut membantu perubahan pada dirinya.

“Pastinya saya belajar dari pengalaman saat Piala Menpora kali lalu. Saat itu saya mendapat dua kartu kuning sehingga menjadi kartu merah, dan di situ saya juga merasa sangat bersalah karena hilangnya saya membuat kehilangan cukup besar bagi tim. Saat itu teman-teman yang lain juga memberi motivasi agar saya tidak down. Apalagi, Coach Teco juga memberi dukungan untuk saya,” ungkap Andhika.

Semenjak kejadian itu, Andhika mampu tampil lebih tenang dan dewasa di atas lapangan. Bahkan sepanjang Liga 1 2021/2022, pemilik nama lengkap I Made Andhika Pradana Wijaya ini hanya mendapat dua kartu kuning dari 30 penampilannya di lapangan.

Selain lebih dewasa dalam bertanding di lapangan, Andhika juga ingin menginginkan karier yang panjang. Di usianya yang masih tergolong muda yakni 26 tahun, pemain berpostur 173 cm itu memiliki panutan di lapangan hijau.

Dua pemain senior yakni rekan setimnya di Bali United, Leonard Tupamahu dan legenda Persija, Ismed Sofyan menjadi rujukan Andhika untuk semangat tampil konsisten bermain di level tertinggi hingga usia di atas kepala tiga.

“Ada banyak pesepak bola idola saya di Indonesia. Salah satunya ada Bang Ismed Sofyan yang juga berposisi sebagai bek kanan. Kemudian di tim Bali United ada juga Bang Leo yang jadi panutan saya agar bisa bermain di Liga 1 hingga usia 39 tahun,” jelas Andhika.

Berkat kematangan dan kedewasaannya di atas lapangan, Andhika menjelma menjadi andalan di lini belakang Bali United. Ia bahkan mampu membantu Serdadu Tridatu mengukir sejarah dengan menjuarai Liga 1 dua kali beruntun pada tahun 2019 dan musim 2021/2022.

Panjang umur dan jaga terus konsistensi, Andhika!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS