14 August 2022

MENGUASAI LAGA SAAT JUMPA AREMA FC, HASIL BERBEDA HARUS DITERIMA BALI UNITED FC 

Bali United menjalani pertandingan yang tidak mudah pada pekan keempat BRI Liga 1 2022/2023 kemarin (13/8) malam. Sebab, pasukan Serdadu Tridatu harus mengakui keunggulan Arema FC di kandang sendiri.

Bermain di hadapan dukungan penuh dari suporter setia yang memadati Stadion Kapten I Wayan Dipta, skuad Bali United gagal meraih poin penuh. Justru sebaliknya, sang tamu yang mampu merebut tiga poin usai mampu menang dengan skor akhir 2-1.

Arema FC sendiri berhasil unggul terlebih dahulu berkat gol yang dicetak oleh Abel Camara pada menit ke-22 usai memanfaatkan umpan matang dari Renshi Yamaguchi. Namun, keunggulan hanya bertahan selama enam menit sebelum Bali United menyamakan kedudukan.

Tepat pada menit ke-28, Privat Mbarga sukses membuat skuad Serdadu Tridatu mengejar ketinggalan berkat golnya. Pemilik nomor punggung 37 itu berhasil menanduk bola umpan terukur hasil sepakan bebas dari Fadil untuk menaklukkan Adilson Maringa.

Skor sama kuat membuat kedua tim saling menggencarkan serangan, terutama ketika memasuki babak kedua. Namun, Arema FC justru yang berhasil mencuri keunggulan dengan memanfaatkan kelengahan di barisan belakang Bali United.

Hal tersebut terjadi lantaran pada menit ke-84 skuad Singo Edan mendapatkan gol bunuh diri dari Ricky Fajrin. Kesalahan antisipasi bola yang dilakukan oleh bek kiri Bali United ini membuat Arema FC mengunci keunggulan tipis 2-1.

Meskipun harus mengalami kekalahan tipis, tetapi Bali United sejatinya tampil lebih mendominasi dari tim tamu. Beberapa kali ancaman berbahaya dibuat oleh Fadil dan kolega, baik melalui skema serangan terbuka maupun bola mati.

Secara statistik, skuad asuhan Teco mendominasi ball possesion 61% dibandingkan skuad Almeida yang hanya 39% di lapangan. 

Serangkaian upaya serangan tersebut pun sempat membuat Johan Alfarizi dan kolega kewalahan. Namun sayang, terdapat kontroversi yang mewarnai jalannya laga seru antara Bali United dan Arema FC ini.

Hal tersebut tidak lepas dari sejumlah keputusan kontroversial yang dilakukan oleh wasit Faulur Rosy yang memimpin jalannya partai besar ini. Selama jalannya pertandingan, beberapa kali ia melakukan kekeliruan dan ketidaktegasan yang merugikan, khususnya bagi Bali United.

Beberapa pelanggaran yang diterima oleh penggawa Bali United seolah luput dari pengamatan sang pengadil. Tentu saja itu merugikan skuad Serdadu Tridatu, karena hal tersebut dapat memberi peluang untuk menciptakan gol.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra pun menyiratkan rasa kekecewaan atas kepemimpinan sang pengadil di atas lapangan. Sebab, beberapa kali anak asuhnya menerima pelanggaran keras tetapi tidak digubris.

“Soal wasit, saya tidak ingin berkomentar. Saya pikir seluruh penonton bisa melihat sendiri kejadian di lapangan,” ujar Coach Teco.

Meskipun begitu, pelatih asal Brasil itu tidak ingin sepenuhnya menyalahkan wasit sebagai penyebab kekalahan Bali United kemarin. Coach Teco juga sadar ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan untuk mencegah Arema FC mencetak gol, terutama gol ketiga.

Salah satu bahan evaluasi Coach Teco dari penampilan Bali United semalam adalah marking atau penjagaan terhadap lawan yang dirasa masih longgar. Akibatnya, skuad Singo Edan mampu mencetak dua gol ke gawang Nadeo Arga Winata.

“Dua gol mereka seharusnya dapat dicegah jika kami melakukan marking dengan lebih bagus. Salah satunya gol bunuh diri dari Ricky Fajrin, itu seharusnya kami marking lebih bagus lagi,” tutup Coach Teco.

Lebih lanjut, selepas menghadapi Arema FC, Bali United akan langsung menghadapi dua partai tandang beruntun. Perjalanan ke markas PS Barito Putera pada tanggal 18 Agustus menjadi pembuka dan setelah itu melawat ke Bandung untuk berjumpa Persib pada tanggal 23 Agustus mendatang.

Tegakkan kepala dan ayo bangkit Bali United!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS