6 August 2022

MESKIPUN RANS NUSANTARA HARUS TUNDUK DI KANDANG BALI UNITED, DARIUS SINATHRYA AKUI DAPAT PELAJARAN PENTING

Pertandingan Bali United melawan RANS Nusantara FC pada pekan ketiga BRI Liga 1 2022/2023 memang sudah berakhir. Laga yang digelar pada Kamis (4/8) malam, pasukan Serdadu Tridatu sukses keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.

Berstatus sebagai tuan rumah, Bali United memperagakan permainan terbuka dan juga atraktif di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Begitu pula dengan sang tamu, RANS Nusantara FC.

Kedua tim yang menurunkan skuad terbaiknya sama-sama berharap mendapatkan poin penuh. Skuad Serdadu Tridatu sendiri melakukan sejumlah penyegaran pada susunan starter dengan memainkan Yabes Roni, Novri Setiawan, Fadil, dan Haudi Abdillah.

Sedangkan The Phoenix –julukan RANS Nusantara FC– menempatkan pemain andalannya seperti Makan Konate, David Laly, dan Septian Satria Bagaskara. Tidak lupa, Coach Rahmad Darmawan juga memberi kesempatan mantan kiper Bali United, yakni Wawan Hendrawan untuk turun di bawah mistar.

Permainan pun berlangsung sangat seru sampai peluit panjang berbunyi. Kedua kesebelasan sama-sama berambisi merebut kemenangan usai pada laga sebelumnya meraih hasil kurang baik.

Aksi jual beli serangan serta hujan gol terjadi malam itu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Meskipun Bali United mampu keluar sebagai pemenang dengan tiga gol, tetapi RANS Nusantara tetap menunjukkan perlawanan sengit hingga bisa membalas dengan dua gol.

Kejar mengejar angka disertai hadiah penalti pun menjadi suguhan yang sangat menghibur bagi para suporter yang menyaksikan pertandingan ini. Gol-gol di laga ini dicetak oleh Ilija Spasojevic (35’ dan 45+3’ (P)), Willian Pacheco (51’), Jujun Junaedi (37’), dan Arthur Bonai (65’).

Sebanyak 7.376 penonton yang menyaksikan langsung dari bangku tribun pun mendapatkan sebuah persembahan apik dari kedua tim. Ternyata, tidak hanya para suporter saja yang merasakan hal tersebut.

Darius Sinathrya yang merupakan Chief Operating Officer (COO) dari tim RANS Nusantara FC juga merasa terhibur serta takjub akan perjuangan kedua tim tersebut. Meskipun timnya melakukan beberapa kesalahan yang berbuah gol bagi Bali United, tetapi ia mengaku mendapat banyak pelajaran penting.

"Saya pikir pertandingan luar biasa. Kedua tim bermain dengan atraktif dan terbuka sehingga banyak serangan yang tercipta. Walaupun ini jadi yang pertama kali RANS bermain di kandang Bali United, kami bisa meladeni permainan tim tuan rumah. Walaupun akhirnya kami harus kalah mungkin akibat ada dua kesalahan yang terjadi dan berakibat gol serta ada penalti di babak pertama juga. Ini jadi pelajaran berharga untuk tim yang baru, tetapi ada banyak progres yang kami lihat. Semakin optimis untuk menatap pertandingan sisa di Liga 1," ujar Darius.

Tidak hanya mendapat pelajaran secara taktik di atas lapangan hijau, tetapi lebih jauh, Darius mengakui bahwa ada banyak ilmu baru yang didapatkan dalam lawatannya ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Mulai dari pembangunan serta perbaikan infrastruktur pertandingan yang mumpuni, pengelolaan tim yang profesional, hingga animo para Semeton yang luar biasa.

Secara khusus, pria berusia 37 tahun itu juga mengungkapkan kekaguman akan kualitas Stadion Kapten I Wayan Dipta, khususnya setelah mengalami sejumlah perbaikan. Darius yang pernah mengunjungi stadion ini pada tahun 2010 silam merasa ada progres positif dan pesat saat ini.

"Ini adalah salah satu stadion terbaik yang ada di Indonesia. Kondisinya sangat berbeda dari terakhir kali saya ke sini sekitar tahun 2010. Dikelola dengan sangat baik dan harus diakui Bali United memiliki manajemen terbaik di liga Indonesia. Kami ingin belajar banyak tentang mengelola satu klub sampai dalam waktu yang singkat bisa jadi sebesar Bali United yang mempunyai stadion luar biasa yang ada cafe-nya. Animo penontonnya juga berbeda, pagar stadion yang rendah tetapi penonton tetap tertib untuk mendukung tim kesayangannya. Jadi semoga hal-hal positif seperti ini bisa menular ke tim-tim lain, termasuk juga RANS. Kami tim baru yang masih banyak belajar dan berbenah pastinya," ungkap Darius.

Harapan besar pun Darius ungkapkan selepas RANS Nusantara FC bertandang menghadapi Bali United. Ia berharap bahwa timnya ini mampu ikut terlibat aktif membangun serta mengembangkan dunia sepak bola Indonesia.

Meskipun masih terdapat permasalahan dan dinamika, tetapi Darius tetap optimis dan yakin bahwa masa depan sepak bola Indonesia akan cerah. Namun dengan catatan, bahwa seluruh pihak harus saling bersatu hati membangun dan menciptakan ekosistem yang sehat bagi dunia kulit bulat nasional.

"Saya pikir, terutama di lima tahun terakhir, sepak bola Indonesia berkembang ke arah yang jauh lebih baik. Terlepas dari masih adanya insiden dan Timnas kita yang masih belum banyak berprestasi, tetapi secara industri sepak bola kita sudah berkembang. Permasalahan klasik sudah mulai menghilang dan rasanya ini momentum yang harus dipertahankan oleh pemangku kebijakan dan semoga RANS bisa menjadi bagian untuk mengembangkan sepak bola Indonesia," harap Darius.

Selepas mengalami kekalahan dari Bali United, RANS Nusantara FC langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi PSM Makassar pada tanggal 15 Agustus mendatang. Sementara itu, pasukan Serdadu Tridatu kembali bermain tandang untuk menjamu Arema FC pada tanggal 13 Agustus mendatang.

Maju terus sepak bola Indonesia!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS