6 October 2022

PELUANG LOLOS PIALA ASIA U-17 TERBUKA, NADEO KHAWATIR TENTANG NASIB KOMPETISI YANG DILAKONI TIMNAS INDONESIA

Kemenangan Timnas Indonesia U-17 atas Uni Emirat Arab (UEA) hari Rabu (5/10) kemarin pada lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 membawa skuad Garuda Muda menduduki puncak klasemen sementara grup B.

Skuad Bima Sakti tersebut masih menyisakan dua pertandingan lagi. Dua laga tersebut yaitu menghadapi Palestina hari Jumat (7/10) dan Malaysia hari Minggu (9/10) mendatang. 

Jika melihat peluang, Arkhan Kaka dan kolega memiliki peluang untuk bisa lolos dalam kompetisi Piala Asia U-17 tahun depan. Jika benar terjadi, maka skuad junior ini akan mengikuti langkah dua timnas senior lainnya yang lebih dulu memastikan tempat di kompetisi empat tahunan tersebut.

Timnas senior Indonesia memastikan tempat ke Piala Asia 2023 usai mengalahkan Nepal di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Rabu (15/6) lalu. Anak asuh Shin Tae-yong menang telak 7-0 pada fase kualifikasi tersebut.

Witan Sulaeman menjadi bintang dengan mencatatkan brace. Lima gol Indonesia lainnya dicetak Dimas Drajad, Fachruddin Aryanto, Saddil Ramdani, Elkan Baggott, serta Marselino Ferdinan. Nadeo juga turut menjadi saksi kesuksesan ini dengan menjaga gawang Timnas Indonesia.

Selain dirinya, koleganya di Bali United, Irfan Jaya juga masuk dalam skuad asuhan Shin Tae Yong pada saat kualifikasi Piala Asia tersebut berlangsung. Sebelumnya, skuad Garuda hanya tampil di Piala Asia pada edisi 1996, 2000, 2004 dan 2007.

Ini menjadi keberhasilan pertama Timnas Indonesia ke Piala Asia setelah absen 15 tahun. Garuda terakhir kali tampil pada 2007, yakni ketika menjadi salah satu tuan rumah.

Sementara itu, Timnas Indonesia U-20 juga sukses lolos ke Piala Asia U-20 yang akan berlangsung di Uzbekistan tahun depan. Garuda Muda sukses menyapu bersih kemenangan di tiga laga kualifikasi Grup F bulan September lalu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Garuda Muda sempat disegani pada tahun 1960-an di Piala AFC U-20 sebelum berganti menjadi Piala Asia U-20. Dalam satu dekade saat itu, Timnas muda berhasil meraih satu kali juara, dua kali menyabet gelar runner up dan dua kali berhasil bermain memperebutkan tempat ketiga pada kompetisi yayng berlangsung dua tahun sekali.

Terbaru pada tahun 2018, skuad Garuda Muda yang pada saat itu diisi oleh pemain berbakat seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman yang hanya mampu keluar sebagai runner up grup sebelum akhirnya tunduk dari Jepang pada perempat final.   

Melihat perjuangan skuad Timnas Indonesia yang berjuang membawa lambang negara di kompetisi internasional mendapat perhatian dari salah satu bintang Timnas Indonesia, Nadeo Arga Winata.

Perhatian ini tentu dampak dari menungu hasil hukuman FIFA akibat peristiwa duka yang melukai kompetisi Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang awal Oktober lalu.

Total ada tujuh poin yang menjadi potensi hukuman dari FIFA untuk sepak bola Indonesia.

Salah satu potensi hukuman FIFA adalah pencabutan keikutsertaan Timnas Indonesia senior dan U-20 di ajang Piala Asia. Selain itu pengurangan poin di rangking FIFA bagi Timnas juga berpotensi. Padahal skuad garuda sedang dalam prestasi yang baik dan baru saja memperoleh peningkatan rangking di FIFA.

“Saat ini memang benar, Timnas Indonesia di segala kategori usia sedang dalam performa yang bagus. Saya sebagai pemain hanya berharap yang terbaik saja karena Timnas kita akan menatap kompetisi yang sudah lama kita tidak mengikuti. Saya hanya berdoa secara pribadi untuk negara ini agar hukuman yang diterima tidak memberatkan untuk Timnas,” ujar Nadeo.

Pemain asal Kediri, Jawa Timur ini juga berharap agar sepak bola di Indonesia bisa kembali normal. Sebab, saat ini kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 dan liga domestik lainnya sementara dihentikan akibat imbas dari peristiwa Kanjuruhan.

“Harapannya sepak bola di negeri ini bisa kembali normal lagi seperti semula. Pasca pandemi covid-19, kompetisi kita sudah mulai normal, mulai ada penonton dan pelaksanaannya kembali normal. Ya, saya berharap yang terbaik saja untuk kompetisi di Indonesia,” harap Nadeo.  

Nadeo dan kawan-kawan tetap menjalani latihan sesuai program tim pelatih di Bali. Sejauh ini, PT LIB selaku operator kompetisi menyatakan bila semua pertandingan dihentikan sementara selama dua pekan kedepan. Perihal kelanjutan kompetisi masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut terkait kasus yang menimpa Kanjuruhan.

Mari bersama kita doakan yang terbaik untuk sepak bola di negeri ini!

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS