4 August 2021

UPDATE PERUBAHAN DALAM RENOVASI, INI TAMPILAN MENAWAN STADION DIPTA!

Homebase kebangaan masyarakat Bali sekaligus menjadi kandang dari skuad Bali United, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar mulai terlihat megah dan menawan. Pasca menjalani tahapan renovasi sejak bulan November 2020 lalu dalam persiapan Piala Dunia U-20, stadion yang berlokasi di Gianyar ini mulai mengalami beberapa perubahan.

Terhitung sudah 7 bulan proses renovasi Stadion Dipta dijalankan, selain venue utama untuk Piala Dunia di pulau dewata, beberapa lapangan latihan juga tidak luput dari sorotan perubahan. Adapun lapangan latihan yang digunakan peserta kompetisi usia muda ini yang berlangsung tahun 2023 mendatang antara lain Lapangan Gelora Tri Sakti, Legian, Gelora Samudera, Kuta, Stadion Ngurah Rai, Denpasar dan Stadion Kompyang Sujana, Denpasar.  

Perubahan yang terlihat dari Stadion I Wayan Dipta sendiri antara lain penambahan ruangan di sisi barat stadion diantaranya empat ruang ganti yang berada di sisi utara dan bagian selatan. Masing-masing ruang ganti tersebut dilengkapi fasilitas seperti ruang pijat, bak rendam air, shower, toilet, dan tempat cuci sepatu. Ada juga lapangan latihan indoor turut dilengkapi di sisi barat.. Selain itu penambahan ruangan media, ruang perangkat pertandingan juga mengalami perubahan. Tribun barat sendiri dilengkapi dengan kapasitas 5.000 kursi sesuai dengan syarat Piala Dunia U-20 mendatang. Pencahayaan lampu penerang stadion juga berkapasitas 500 hingga 2400 LUX sesuai standar dari FIFA. Untuk bench sendiri sudah tersedia 23 kursi untuk masing-masing tim yang bertanding dengan tambahan empat kursi sebagai cadangan dari masing-masing sisi yang tersedia.

“Kami kurang lebih sudah 7 bulan melakukan renovasi tahapan venue Stadion Dipta dan lapangan latihan di Bali. Nantinya venue ini akan digunakan dalam pagelaran Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang. Adapun yang ingin kami jelaskan mengapa Stadion Dipta ini tidak menggunakan full atap karena berbagai alasan dan faktor. Selain karena waktu tahapan renovasi yang singkat, kami juga melihat usia bangunan ini berdiri, kami juga harus menghitung secara struktur bangunan apakah mampu menahan beban atap. Untuk itu, atap yang diinginkan semeton belum bisa diakomodir. Tapi kami mencoba untuk segala keterbatasan  yang ada dengan fasilitas membuat stadion kebanggaan ini tetap menawan,” ungkap Ni Nengah Satriyani selaku pelaksana dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali PPK Prasarana Strategis.

Stadion Dipta ini juga sudah mulai dilengkapi perangkat Close Circuit Television (CCTV) di jalur penting stadion dan juga Air Conditioner (AC) di masing-masing ruangan. Bangunan yang berdiri dengan 4 lantai ini dilengkapi lift penghubung di area jalur utama pintu masuk VIP Tribun Barat. Menariknya, proses penyiraman rumput juga sudah menggunakan metode Eropa yang muncul dari dasar rumput lapangan. Selain itu, ada hal lain yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali karena akan didaftarkan sebagai sebuah rekor baru di Indonesia. Hal ini pun dijelaskan oleh rekan kerja dari Ibu Nengah Satriyani.

“Masyarakat Bali patut berbangga dengan fasilitas Stadion Dipta ini dengan kapasitas pencahayaan lampu hingga 2400 LUX ditopang oleh tiang penyangga hampir 50 meter dari dasar. Ini menjadi stadion pertama di Indonesia yang akan kami daftarkan sebagai rekor MURI. Mohon doa dari semeton sekalian. Selain itu, penyiraman air untuk rumput lapangan sendiri sudah muncul dari tengah lapangan secara otomatis. Metode penyiraman ini belum banyak diterapkan oleh stadion lain yang ada di Indonesia. Kami juga menghadirkan videotrone yang berdiri di sisi utara dan selatan dari stadion. Dua buah videotrone ini bisa menjadi penunjang untuk menghadirkan video-video goal maupun momen selama pertandingan berlangsung. Terakhir adalah lampu stadion yang bisa diatur pencahayaan lampunya dengan musik yang diputar dalam stadion. Tentu ini akan menghadirkan suasana semangat dan aura yang semakin luar biasa ketika stadion ini menyelenggarakan pertandingan nantinya,” jelas Joko Nugroho, Project Manager PT PP Persero Kegiatan Renovasi Venue Utama dan lapangan latihan Piala Dunia U-20 Provinsi Bali.

Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar terakhir kali digunakan saat pertandingan pekan ketiga Liga 1 2020 lalu. Kala itu, Bali United menjamu Madura United hari Minggu (15/3) dengan kemenangan Fadil dan kolega 3-1 atas Ridho dan kawan-kawan. Usai pertandingan tersebut, kompetisi harus dihentikan karena situasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Pada bulan November 2020 proses renovasi stadion kebanggaan masyarakat Bali ini pun direnovasi untuk persiapan Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Tahapan renovasi pun berjalan, dan situasi yang sama kembali mempengaruhi kompetisi dunia usia muda tersebut harus dilaksanakan pada tahun 2023. Tidak berhenti disitu, Bali United yang adalah wakil Indonesia di grup G Piala AFC harus menahan keikutsertaan mereka karena ajang tersebut telah dibatalkan oleh pihak penyelenggara kompetisi Asia tersebut. Semoga pandemi segera berakhir, dan kompetisi segera terlaksana. Terpenting adalah masyarakat Bali segera merasakan suasana pertandingan langsung yang terlaksana di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

 

Related News


Tinggalkan Balasan

SPONSORS
MEDIA PARTNERS