12 February 2017

SEBAGIAN HASIL PENJUALAN TIKET PERTANDINGAN KONTRA PBFC DISUMBANGKAN UNTUK KORBAN BENCANA ALAM DI BALI

    Bencana tanah longsor yang beberapa hari terakhir menimpa beberapa daerah di Bali seperti Kintamani dan Pancasari benar-benar membuat masyarakat Pulau Dewata berduka termasuk jajaran manajemen Bali United. Manajemen Bali United berencana akan menyumbangkan sedikit dari hasil penjualan tiket pertandingan matchday kedua grup D Piala Presiden 2017.
    Selain mendonasikan hasil penjualan tiket, para pemain yang berlaga besok juga rencananya akan menggunakan pita hitam di lengan kanannya sebagai tanda berduka cita atas meninggalnya beberapa korban akibat bencana tanah longsor tersebut.
    Hal tersebut disampaikan CEO Bali United, Yabes Tanuri. Ia mengatakan, akan menaikkan harga tiket regular sebesar 5.000 rupiah yang hasilnya akan disumbangkan untuk masyarakat Bali yang daerahnya terkena musibah longsor.
    "Kami akan menaikkan harga tiket untuk kategori regular sebesar 5.000 rupiah. Dari 5.000 tersebut akan di donasikan untuk saudara kita yang saat ini sedang mengalami musibah bencana alam. Kami berharap kesadaran para fans untuk menonton pertandingan dengan membeli tiket. Hal tersebut karena selain bisa membantu keuangan klub, bisa juga untuk membantu sesama masyarakat Bali yang sedang terkena musibah," ujar Yabes Tanuri.
    Yabes Tanuri menambahkan, dirinya mengucapkan rasa duka yang mendalam terhadap musibah yang terjadi di beberapa daerah tersebut. Ia pun berharap seluruh masyarakat yang tertimpa musibah bisa diberikan kekuatan dan juga berharap musibah serupa tidak kembali terjadi.
    "Saya turut prihatin dengan musibah bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Bali. Apalagi saya juga mendengar sampai ada korban jiwa. Semoga keluaga korban diberikan ketabahan dan musibah serupa tidak kembali terjadi," imbuh Yabes Tanuri.
Keluarga besar Bali United mengucapkan turut berduka cita atas tragedi bencana alam yang menimpa beberapa daerah di Bali. Astungkara musibah ini tidak terus berlanjut dan aktivitas di daerah-daerah yang terkena musibah bisa cepat kembali normal.

Related News


Tinggalkan Balasan